Dekranasda Kota Semarang Fasilitasi Usaha Kreatif Masyarakat

Setidaknya ada empat program yaitu pendapampingan, pelatihan, pemasaran dan pembiayaan.

SEMARANG- Pengrajin UKM, UMKM, dan IKM didorong supaya terus mengembangkan kreativitas dan kemampuannya dalam berbisnis. Mereka diharapkan nantinya dapat menjadi tiang penyangga ekonomi kerakyatan.

Ilustrasi. Pameran UMKM tahunan di Java Mal, Jalan MT Haryono Kota Semarang, Jumat (10/8/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang, Krisseptiana mengatakan, di Kota Semarang ada 603 pengrajin UKM, UMKM dan IKM. Jumlah omsetnya sampai Juni 2018 telah mencapai Rp 809.000.204.891. Sedangkan jumlah asetnya mencapai Rp 302.365.166.452.

“Kami fasilitasi semua pengrajin dengan melakukan banyak program dan inovasi. Setidaknya ada empat program yaitu pendapampingan, pelatihan, pemasaran dan pembiayaan’’, ujarnya, Jumat (21/09/2018).

Pendampingan seperti pendaftaran pengrajin melalui aplikasi Ijus Melon, legalitas usaha, hingga modal tambahan. Pelatihan mulai dari pelatihan manajemen, akuntansi, brand packaging hingga pelatihan e-commerce, kewirausahaan dan perencanaan bisnis.

Sedangkan pemasaran yaitu bantuan pemasaran produk pengrajin secara offline dan online. Sementara pembiayaan mendorong pengrajin untuk memanfaatkan bantuan permodalan dari Pemkot Semarang berupa Kredit Wibawa dengan bunga 3 persen per tahun. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.