Debat Ketiga, Kubu BPN Merasa di Atas Angin

Debat ketiga yang menampilkan kedua cawapres akan menjadi daya tarik tersendiri bagi rakyat untuk menentukan pilihannya.

Foto: Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat ditemui wartawan di Pamularsih. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

SEMARANG – Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi merasa di atas angin menjelang debat kandidat cawapres yang akan digelar akhir bulan ini. Apalagi, Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, menganggap Sandiaga Salahuddin Uno lebih siap menghadapi debat kandidat ketiga nanti karena isu-isu yang diusung sudah sering digunakan oleh Bos Saratoga tersebut setiap blusukan ke berbagai daerah.

“Kebetulan tema debatnya ketiga nanti mengenai pendidikan, kesehatan, sosial dan lapangan kerja. Mudah-mudahan tanggal 17 April tidak ada kesulitan. Karena Pak Sandi sudah terbiasa melakukannya. Di setiap berkeliling ke daerah, topik yang dibahas ya soal itu. Mulai keadilan, ekonomi kerakyatan sampai kesejahteraan dan itu bukan hal sulit buat kami,” ungkapnya, ketika ditemui di markas pemenangan merah-putih, Jalan Pamularsih, Semarang Barat, Kamis (14/3/2019).

Untuk menyusun materi debat kandidat ketiga nanti, Sudirman mengaku Sandi kerap menemui para ahli gizi, ahli kesehatan, para perawat hingga guru-guru di daerah.

Ia menjanjikan ajang debat cawapres nanti akan berlangsung menarik. Sandi, katanya bakal menyampaikan gagasannya dengan meyakinkan.

“Pak Sandi sering bertemu dengan ahli gizi, pakar kesehatan, perawat dan guru untuk mengumpulkan materi debat kali ini. Nanti Pak Sandi akan muncul dengan gagasan meyakinkan,” katanya.

Sudirman menyatakan saat berhadapan dengan Ma’ruf Amin, Sandi akan bersikap santun. “Karena dua kali debat, calon petahana yang selalu agresif. Tapi Pak Sandi yang orangnya santun, akan tetap menjaga sopan santunnya. Sebab, dia sangat hormat terhadap Pak Ma’ruf Amin. Sehingga ini jadi forum menarik untuk disaksikan,” urainya.

Debat ketiga yang menampilkan kedua cawapres akan menjadi daya tarik tersendiri bagi rakyat untuk menentukan pilihannya.

“Dan jadi pertaruhan apakah keduanya akan bisa menjawab isu-isu terkini di masyarakat. Kita tidak akan membuat pertanyaan yang menjebak untuk membuat lawan terpojok,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.