Datangi SMKN 1 Bulakamba, Orang Tua Siswa Histeris

Kecelakaan Kapal di Kalimantan

Lima siswa kelas XI jurusan Industri Perkapalan yang magang di kapal ikan tersebut berangkat pada 22 Juli lalu.

BREBES – Suasana haru terjadi di ruang tamu SMK Negeri 1 Bulakamba, Sabtu (3/8/2019) siang. Sejumlah orang tua siswa yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Pieces di Perairan Matiri, Kalimantan Selatan mendatangi sekolah untuk menanyakan kabar anaknya.

Orang tua siswa korban kapal tenggelam histeris saat menemui Kepala SMKN 1 Bulakamba, Brebes. Foto : metrojateng.com/ adithya

Para orang tua menangis histeris begitu bertemu Kepala SMKN 1 Brebes, Slamet Riyadi. Mereka langsung menanyakan keberadaan anaknya, yang hilang di Perairan Matiri. Salah satu dari orang tua bahkan sempat pingsan, karena tak kuasa menahan kesedihan.

Seperti diketahui, lima siswa kelas XI jurusan Industri Perkapalan yang magang di kapal ikan tersebut berangkat pada 22 Juli lalu. Satu orang siswa sudah diketemukan dalam keadaan selamat yakni, Muhammad Samlawi (17). Sementara empat siswa lainnya yang belum ditemukan hingga kini.

Ibunda Febri Pratama sangat terpukul karena anaknya yang menjadi korban Kapal Pieces hingga kini belum ditemukan. Dengan histeris terus menangis, ia meminta kepala sekolah memfasilitasi orang tua siswa untuk menanyakan langsung ke pihak pemilik kapal di Pekalongan.

“Kami ingin mendapat kabar terbaru dari pihak pemilik kapal. Temukan kami dengan mereka,” pinta para orang tua.

Taswadi, orang tua dari Muhammad Kastari juga menginginkan anaknya kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Kepada metrojateng.com, Taswadi mengaku sempat memberikan restu saat putranya berpamitan pergi bersama empat temannya.

Lantaran kerap mengikuti praktik magang di kapal, Taswadi mengizinkan anaknya berangkat. Namun, saat berada di laut, anaknya tak kunjung memberi kabar hingga akhirnya pada Jumat (2/8/2019) pihak sekolah memberi kabar kapal yang ditumpangi anaknya tenggelam pada Senin 23 Juli 2019.

Sejumlah orang tua berharap, anaknya segera ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara satu korban selamat, yakni Muhammad Samlawi kini dalam perjalanan dari Kalimantan menuju Pekalongan. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.