Dapat Dua Tunjangan, Guru Harus Mampu Hadapi Era Industri 4.0

Jangan sampai aturan main berubah, mengajarnya masih model lama.

SEMARANG – Komisi D DPRD Kota Semarang yang membidangi pendidikan menyampaikan tunjangan yang diterima oleh guru di Kota Semarang lebih tinggi dibandingkan kota/kabupaten lain di Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berswafoto bersama sejumlah guru di Plaza Kandri Waduk Jatibarang saat jalan sehat baktimu guru, Minggu (24/11/2019). Foto : metrojateng.com/abduh.

Disebutkan bahwa guru di Kota Semarang tidak hanya mendapatkan tunjangan profesi guru atau TPG. Tapi juga masih ditambah dengan menerima tunjangan perbaikan penghasilan atau TPP.

“Guru PNS di Kota Semarang tunjangannya kami setarakan dengan PNS yang lain (non guru), dengan memberikan tunjangan perbaikan penghasilan. Adapun untuk yang non ASN, 2020 nanti kami sesuaikan dengan UMK yang baru yakni Rp 2,715 juta,” kata Sekretaris Komisi D, Anang Budi Utomo, Kamis (5/12/2019).

Dengan adanya TPG dan TPP bagi guru PNS, Anang pun meminta kepada para guru di Kota Semarang untuk tidak menghabiskan seluruh tunjangan untuk kebutuhan konsumtif.

Ia berharap, sebagian tunjangan dapat digunakan untuk membekali diri dan menambah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya dalam rangka menghadapi era industri 4.0.

“Jangan semua untuk kebutuhan konsumtif, tapi sisihkan misalnya untuk membeli peralatan minimal laptop yang up to date. Kemudian, guru harus belajar bagaimana mengajar menggunakan teknologi,” ujar Anang.

Legislator asal Partai Golkar ini melihat, penunjukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru ini akan membawa ke arah perubahan sesuai dengan perkembangan era 4.0. Sehingga, guru dituntut untuk dapat membekali siswa dengan teknologi era saat ini.

Sementara, menurutnya, belum seratus persen guru siap menghadapi era industri 4.0. Karena itu, dengan tunjangan yang tinggi, dia berharap guru bisa meningkatkan kualitas diri masing-masing.

“Jangan sampai aturan main berubah, mengajarnya masih model lama. Ini yang harus jadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menuturkan, pihaknya telah menyiapkan program peningkatan pembelajaran bagi para guru.

“Kami ada program peningkatan pembelajaran. Kami didik guru inti, kemudian guru inti akan memberikan pembelajaran kepada guru sasaran. Guru sasaran akan meneruskan kepada anak-anak,” jelasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.