Dana Rp 1,2 Triliun, Kebut Perbaikan Jalan Sejauh 120 Kilometer

Selama 10 tahun, ada standarisasi jalan provinsi dengan pelebaran 10 meter dan ditarget kelar 2026 mendatang.

SEMARANG – Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah sedang mengebut perbaikan jalan provinsi hingga 2026 mendatang. Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Hanung Triyono menargetkan perbaikan jalan akan dikerjakan sejauh 120 kilometer.

 

Foto: Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Hanung Triyono usai Musrembangprov Jateng. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

Aktivitas perbaikan jalan bakal dilakukan dengan melebarkan kedua sisi jalan sampai 10 meter lengkap dengan pembuatan dinding pembatas. Selain itu, juga melakukan pengerasan badan jalan dengan betonisasi.

“Mulai 2019, kami akan lakukan peningkatan jalan provinsi di sepanjang 120 kilometer. Ini sebagai upaya antisipasi pemberlakuan standarisasi sesuai aturan Perda Nomor 8 Tahun 2016. Jadi, selama 10 tahun kami menstandarkan jalan provinsi dengan pelebaran 10 meter dan ditarget kelar 2026 mendatang,” kata Hanung, usai ikut Musrembangprov di Gradhika Bhakti Praja, Selasa (9/4/2019).

Dana standarisasi jalan provinsi, katanya, saat ini sudah ia dapatkan dari APBD senilai Rp 1,2 triliun. Di tahun ini saja, ia telah memasang target perbaikan sepanjang jalan raya Blora-Cepu. Titik perbaikannya sejauh 2 kilometer.

“Perbaikan akan kami kerjakan juga untuk jalan Purwodadi, Wirosari menuju Sragen. Karena di sana ada jalur masuk exit tol. Mengingat tanahnya labil, maka harus harus dilakukan pengerasan beton,” bebernya.

Bantuan dana sudah ia peroleh dari Kementerian PUPR senilai Rp 20 miliar. Dana itu didapatkan dari hasil prestasi dinasnya yang mampu mendapat penghargaan dari Kementerian PUPR.

“Nantinya ada tambahan dana lagi. Tahun ini jalan Guntur-Kroya yang sering tergenang banjir pasti akan ditingkatkan kualitasnya. Mekanismenya dengan membangun fly over,” ujar Hanung. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.