Dampak Psikologis PSBB Jakarta Penjualan Property Turun Drastis

Lesu- ketua pameran Property Expo Dibya K Hidayat (kanan) didampingi sekertaris pameran Juremi saat memberikan penjelasan kondisi property di Semarang. (tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM- Penjualan rumah di pameran Property Expo ke-5 yang digelar di Paragon Mall 16-27 Septemver 2020 turun drastis dari pameran sebelumnya. Penjualan pameran kali ini hanya mampu menjual 11 unit dengan nilai Rp 8 miliar.

Ketua panitia pameran Dibya K Hidayat, disela sela penutupan pameran, mengungkapkan hasil transaksi pameran kali ini sangat jauh dibanding pameran sebelumnya yang mampu menjual 40 unit dengan nilsi Rp 42 miliar. Penurunan ini terjadi karena animo masyarakat untuk membeli rumah kurang bagus.

“Masyarakat masih takut dengan Covid-19, sehingga untuk mengunjungi pameran di mall  masih belum berani. Penurunan pengunjung mall ini terjadi sejak penerapan  PSBB di Jakarta,” jelas Dibya.

Dampak psikologis dari penerapan PSBB, sangat mempengaruhi penjualan property. Namun ini tidak hanya terjadi di sektor proprty tetapi sektor usaha lsin, seperti rumah makan, hotel dan lainnya.

“Wilayah perkotaan seperti kota Semarang sangat terasa bila dibanding di  daerah-daerah,” tambahnys.

Sepi- Pameran property expo ke-5 sepi pengunjung dan minim transaksi. (Tya)

 

Dampak psikologis penerapan PSBB sangat terasa sekali. Agar perkonomian kembali bangkit, penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan lebih benar, artinya jangan sampai membuat masyarakat menjadi takut, karena ini justru akan menggerogoti perekonomian.

“Staremen pemerintah pusat sangat mempengaruhi di daerah khususnya kota besar, sehingga membuat perekonomisn kembali mengalami penurunan,” tambah Dibya.

Sementara itu, perbankan huga sangat selektif dalam mengucurkan KPR. Perbankan , lanjut Dibya hanya mengucurkan KPR , untuk masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti ,PNS, TNI/Polri. Sedangkan untuk pegawai swasta hanya perusahaan yang tidah terimbas Covid saja yang bisa mendapatkan KPR sangat terbatas..

Meski kondisi sangat berat, pengembang tetap berusaha semaksimal mungkin.Solusinya pengembang tetap melakukan promodi agae tetap eksis.

Soal faktor psikologis , yang membuat pengembang enggan menggelar pameran karena pengunjung mall turun. Untuk perlu pemerintah turun tanggan, agar dunia usaha tidak semakin terpuruk. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.