Dampak Jalan Tol, Dorongan Relokasi SMPN 16 Semakin Menguat

Akibat terdampak pembangunan Jalan Tol Trans Jawa, mengakibatkan separuh lahan SMPN 16 Semarang tergerus. Namun penyelesaiannya hingga kini berlarut-larut.

Ilustrasi. Jalan Tol Kertosono. (metrojateng.com)

 

SEMARANG – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang terus mendorong relokasi SMPN 16 Semarang. Pasalnya sekolah yang berada di Jalan Prof Hamka Kecamatan Ngaliyan itu sebagian bangunannya terkena dampak proyek tol Semarang-Batang, bagian dari Jalan Tol Trans Jawa.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono mengatakan, relokasi merupakan pilihan realistis karena kondisi sekolahan saat ini sudah tidak nyaman. Selain sangat dekat dengan jalan tol, kemudian tempat untuk droping siswanya juga sudah sangat sempit.

‘’Untuk pembebasan lahan SMPN 16, kami juga berharap sekolah untuk pindah dari lokasi sekarang. Tapi kami berharap pindahnya jangan jauh-jauh dari lokasi SMPN 16 yang lama,’’ kata Wiwin, Senin (18/3/2019).

Politisi Partai Demokrat ini berharap pemerintah bisa mencari lahan yang ada di sekitar sekolah untuk relokasi. Radius sekitar satu atau dua kilometer saja dari sekolah lama. Sehingga orang tua siswa atau siswa tidak perlu repot untuk datang ke sekolah yang baru.

‘’Kalau bisa soal pembebasan atau relokasi SMPN 16 ini juga secepatnya, karena pendidikan ini penting, jangan sampai berlarut-larut, dan tidak perlu harus cari sana-sini, langsung tunjuk saja,’’ ujarnya. .

Wiwin menegaskan lokasi sekolah baru tidak harus berada di pinggir jalan raya besar. Tapi justru kalau ada di pinggir jalan-jalan penghubung, maka suasana sekolah malah akan lebih tenang dan nyaman.

‘’Kalau memang adanya tanah (untuk relokasi) di pinggir jalan penghubung, ya tidak apa-apa. Kan justru akan memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi siswa itu sendiri,’’ pungkasnya. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.