Dampak Gelombang MJO, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

Ratusan rumah warga terendam banjir akibat peningkatan curah hujan yang terjadi belakangan ini.

Genangan air akibat banjir bandang di Sidomukti Weleri Kendal, Rabu (6/2/2019). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

SEMARANG – Pergerakan gelombang atmosfer yang telah membentuk Madden Julian Oscillation (MJO) telah berdampak terhadap peningkatan curah hujan di Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat setidaknya ratusan rumah warga terendam banjir akibat peningkatan curah hujan yang terjadi belakangan ini.

“Rumah warga yang kebanjiran sampai saat ini berada di empat wilayah. Mencakup Kabupaten Klaten, Kota Solo, Wonogiri dan Kabupaten Tegal,” kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto, Jumat (8/3/2019).

Ia mengungkapkan sejauh ini sudah berada secara intensif dengan Pemda setempat yang terdampak banjir melalui masing-masing kepala pelaksana harian BPBD.

Di Klaten, kata Sudaryanto banjir telah menerjang enam kecamatan dan 17 desa. Ada delapan desa di Kecamatan Bayat yang kebanjiran. Kemudian tiga desa di Cawas, satu desa di Gantiwarno, satu desa di Klaten Selatan, dua desa di Trucuk, dua desa di Wedi.

Jumlah pengungsi akibat banjir yang merendam wilayah Klaten mencapai 14 KK atau sekitar 40 jiwa.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa di Solo, banjir juga melanda dua kecamatan dan empat kelurahan. “Terdapat 111 KK yang sempat mengungsi. Tetapi, mereka sudah terpantau kembali ke rumah masing-masing,” terangnya.

Banjir bandang juga menghantam kota gaplek Wonogiri. Dua kecamatan dan empat desa pun kebanjiran. Ia mengklaim tidak ada satu pun warga yang mengungsi di sana.

Sementara di Kabupaten Tegal, sebuah desa dan satu kecamatan diterjang banjir. “Sekitar 10 kepala keluarga yang jadi korban banjir. Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” bebernya.

Sudaryanto bilang petugas BPBD kini telah mengirim logistik bagi korban banjir di sana.

Pihaknya juga memperkuat koordinasi yang intensif dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca.

Ia mengingatkan kepada warganya agar mewaspadai perubahan iklim cuaca dengan curah hujan sedang sampai lebat saat ini sedang berlangsung saat ini.

“Kami giatkan bekerjasama dengan relawan dan masyarakat apabila ada hujan intensitas tinggi terus menerus selama 2 jam buat cari lokasi dan jalur evakuasi yang telah ditentukan oleh BPBD setempat,” katanya. (far)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.