Dalang Cilik Sentil Full Day School Lewat Lakon Jaka Umbaran

Ki Sutikno dan dalang cilik Tino berlaga di panggung. (foto: istimewa)

KUDUS -Ada yang berbeda dengan pagelaran Wayang Klithik Wonosoco yang diselenggarakan oleh Panggung Teater Kudus, Kamis (23/8) malam. Acara yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus itu membawa lakon Jaka Umbaran dalam Perang Dalang Dua Generasi. Dua dalang ditampilkan sekaligus, yakni Ki Sutikno satu-satunya dalang senior Wayang Klithik yang masih bertahan di Kota Kudus dan A. Tino Mulyadi dalang Wayang Klithik yang masih sangat belia.Kendati masih belia, Tino berhasil memukau penonton. Saat mengambil bagian permainan pada bagian Jaka Umbaran mencari pembunuh orang tuanya, Tino turun dari panggung dan memerankan tokoh Jaka Umbaran dengan menghampiri beberapa penonton. Ia menanyakan keberadaan Kebo Marcuet yang telah membunuh bapaknya. Dengan aksen dialeg yang masih cedal Tino berlarian hingga barisan penonton paling belakang. Penonton terpingkal-pingkal menyaksikan kelincahan Tino.

Tinopun menyisipkan kritik sosial dalam pertunjukanya. Salah satunya tentang hilagnya hak bermain anak-anak karena harus sekolah seharian. “Esok sekolah, Sore sekolah, Malam belajar, Kapan Dolanane?” katanya. Itu dilontarkan dalam adegan wayang saat Jaka Umbaran pulang bermain dan mendapatkan teguran dari ibu dan kakeknya.

Pada penghujung acara digelar diskusi mengenai wayang Klithik dan perkembanganya dengan moderator Saliem Sabendino dan Ki Sutikno sebagai nara sumber. Dalam diskusi ini muncul berbagai apresiasi positif terhadap pagelaran malam itu, juga terhadap permainan yang ditampilkan oleh Ki Sutikno dan Tino Mulyadi.

Ki Giyok Waryoto dalang Wayang Gojek dari Kudus, menyatakan pagelaran Ki Sutikno tersebut mampu memberikan contoh yang luar biasa. Dimana Ki Sutikno mampu mendidik dan menempatkan Tino dalam koridor dunia anak-anaknya tanpa harus menyeret Tino keluar dari dunianya. Tidak seperti proses audisi anak-anak yang banyak muncul di televisi yang justru malah mengeksploitasi anak-anak dari dunia dan jamanya. (red)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

63 − = 54

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.