Daerah Wisata Rawan Bencana di Kudus Mulai Dipetakan

Ilustrasi
Ilustrasi

KUDUS – Sejumlah objek wisata rawan bencana di Kabupaten Kudus mulai dipetakan. Langkah ini seiring libur panjang lebaran yang biasanya dimaksimalkan masyarakat dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata. Upaya ini juga sekaligus respon berkait himbauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seiring terjadinya bencana longsor tebing kapur di kawasan wisata Pantai Sadranan Gunung Kidul, DIY, Rabu (17/6) sore.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Bergas C Penanggungan mengatakan pemetaan ini penting sebagai langkah awal antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Di Kudus, ada sejumlah destinasi wisata, baik berupa wisata religi, alam atau buatan yang jadi jujugan wisatawan saat momen-momen tertentu.

“Seperti kawasan wisata Colo dan waterboom yang ada di lereng Pegunungan Muria,” ujar Bergas, Kamis (18/6).

Disampaikan Bergas, kawasan Colo merupakan perpaduan antara wisata religi dan alam. Sebab di kawasan itu terdapat Makam Sunan Muria yang juga salah seorang tokoh penyebar Islam Walisongo. Di kawasan perbukitan itu juga ada kegiatan seni budaya yang digelar beberapa hari usai lebaran.

“Tapi untungnya lebaran kali ini saat musim kemarau jadi kemungkinan terjadinya longsor relatif kecil. Tapi tetap saja kita waspadai dan antisipasi,” kata Bergas.

Sedang untuk wisata waterboom, menurut Bergas juga perlu diwaspadai. Namun karena wisata buatan, maka bencana yang mungkin muncul juga terkait dengan kelayakan peralatan atau sarana prasarana.

“Kawasan desa wisata di Rahtawu Gebog juga kita petakan. Kalau untuk kawasan Menara Kudus saya kira aman-aman saja,” tutup Bergas. (Oby)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

4 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.