Curi Pik Up Kurang Dari 2 Menit, Zainal Abidin Tetap Konangan Polisi

?

DEMAK – Pemuda pengangguran terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi setelah mencuri mobil pik up di Desa Bolo RT 3 RW 5 Demak. Mobil hasil curiannya tersebut rencananya akan dijual di wilayah Rembang.

Muhammad Zaenal Abidin,23, warga Perum Pendo Permai RT 23 RW 8 Kalinyamatan, Jepara ini memang pencuri spesialis pik up dan truk. Tercatat sudah tiga kali mencuri dan dua kali tertangkap polisi.

Sebelumnya, Zaenal tertangkap mencuri oleh Polsek Genuk Semarang dan divonis 1 tahun 10 bulan penjara oleh pengadilan. Selang setengah tahun bebas, dia kembali melancarkan aksinya, nahas dia terpaksa harus kembali berurusan dengan polisi.

Zaenal juga tergolong ulung, hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk dapat membawa kabur mobil pik up milik korban. Dia menggunakan kunci leter T, yang dibuat lancip di bagian ujungnya.

“Saya beraksi tidak sendiri, tapi bersama tim. Tim ini terdiri dari lima orang,” kata Zaenal saat di Mapolres Demak, Senin (7/11/2016).

Mobil pik up hasil curiannya tersebut rencananya akan dijual di Rembanh dengan harga Rp15 juta. Lalu, uangnya dibagi lima orang.

“Saya bekerja serabutan, jadi uang hasil penjualan mobil akan saya buat mencukupi kebutuhan hidup,” akunya.

Dikatakannya, dirinya memang sudah terbiasa mencuri mobil terutama pik up dan truk. Sasarannya, mobil yang diparkir di tempat sepi.

“Tidak lama, saya buka pintunya pakai kunci T dan langsung saya bawa kabur,” jelas dia.

Sementara, Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo menyampaikan bahwa tersangka merupakan ‘pemain lama’ karena sudah pernah menjalani masa hukuman dengan kasus yang sama.

“Sudah ahli, buka pintu mobil hanya butuh waktu kurang dari dua menit,” ujar dia.

Sindikat pencurian ini melibatkan lima orang, dua tertangkap di Rembang dan satu di Demak. Sedangkan dua lainnya masih dalam pengejaran.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, pik up Mitsubishi L300 H 1790 AJ, tiga kunci letter T, dan empat mata kunci.

“Tersangka diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” tandasnya. (MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 24 = 33

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.