Curah Hujan Ekstrem, Lereng Tiga Gunung Ini Rawan Longsor

Tak hanya potensi tanah longsor, hujan lebat juga memicu aliran air irigasi sawah melimpas hingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang.

SEMARANG – Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang memperingatkan kepada warga di sekitar lereng Gunung Muria, Gunung Sindoro-Sumbing dan Slamet untuk meningkatkan kewaspadaan.

Lereng Gunung Sindoro-Sumbing. Foto: metrojateng.com/dok

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko menyebutkan terdapat potensi bencana longsor yang bisa setiap saat muncul dengan intensitas curah hujan yang tergolong ekstrem di wilayah itu saat puncak hujan selama Desember 2018 sampai Februari 2019.

“Di Jawa Tengah, beberapa daerah sudah masuk puncak musim penghujan. Intensitas curah hujannya tergolong menengah dan sangat tinggi. Jika curah hujan intensitas menengah sekitar 300 sampai 400 milimeter per bulan, maka yang patut diwaspadai ialah munculnya intensitas yang sangat tinggi sampai 500 milimeter per bulan di tiga kawasan pegunungan,” ungkap Iis kepada metrojateng.com, Senin (11/2/2019).

Ia menyatakan di wilayah Pegunungan Muria yang mencakup Kabupaten Kudus, Jepara, Pati dan Grobogan, curah hujannya kini sangat tinggi atau tergolong ekstrem. Pun begitu ia mengimbau kepada masyarakat di lereng Pegunungan Slamet yakni Pemalang, Tegal, Purbalingga untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran akan mengalami fenomena alam serupa.

Di kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing, lanjutnya, potensi hujan yang sangat ekstrem juga masih terjadi sampai saat ini.

Ia memperkirakan dengan intensitas hujan yang ekstrem justru membuat  permukaaan tanah area lereng pegunungan menjadi jenuh.

“Ketika tanah menjadi jenuh karena terus-menerus diterpa hujan yang lebat, maka potensi longsor akhirnya menjadi membesar. Khususnya di sekitar Gunung Muria, Slamet dan Sindoro Sumbing, bencana yang kemungkinan besar muncul saat ini tanah longsor,” katanya.

Tak cuma itu saja, pihaknya juga mengungkapkan hujan yang lebat juga memicu aliran air irigasi sawah melimpas. Hal ini, tambahnya membuat banjir bandang mengancam pemukiman penduduk.

“Intensitas hujan ekstrem ini baru akan mereda April nanti. Sehingga ada kemungkinan beberapa daerah langganan kekeringan seperti Blora dan Wonogiri sudah terjadi musim kemarau,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.