Cuci Uang Narkoba Jaringan Sancai Tembus Rp 8 Miliar

Bos narkoba yang saat ini mendekam di LP Nusakambangan ternyata masih mengendalikan peredaran narkoba di wilayah Jawa Tengah.

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah kembali mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan narkotika yang dikendalikan oleh Christian Jaya Kusuma alias Sancai. Terakhir seorang bernama Fachrul Razi alias Yamani Aburizal alias Arahman ditangkap dengan barang bukti senilai Rp 4 miliar. Total barang bukti yang disita dari jaringan Sancai lebih dari Rp 8 miliar selama periode Januari-Maret 2019.

Kepala BNNP Jawa Tengah menunjukkan barang bukti tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan narkotika yang dikendalikan Christian Jaya Kusuma alias Sancai. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

Fachrul Razi ditangkap di Jalan Cilik Riwut, Kecamatan Selat Dalam Kapuas, Kalimantan Tengah, pada 26 Maret 2019. Penindakan tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan jaringan narkotika yang dikendalikan Sancai pada tahun 2017 silam. Fachrul diketahui menerima aliran uang dari Sancai senilai Rp 4.004.750.000.

“FR (Fachrul Razi) ini sudah menerima aliran uang dari rekening atas nama Sancai. Dari hasil penggeledahan di rumah FR ditemukan beberapa buku tabungan dan kartu ATM atas nama Fachrul Razi, Yamani Aburizal, dan Arahkan. Rekening-rekening itu dipakai untuk menerima uang hasil peredaran narkotika. Ia mengaku diperintah oleh seseorang berinisial MM yang informasinya berada di Thailand,” kata Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Muhammad Nur, di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Raya Blok BB, Semarang, Jumat (5/4/2019).

Nur menjelaskan saat ini masih mendalami kasus ini, termasuk mencari tahu siapa sosok berinisial MM tersebut. Sementara dari penangkapan itu petugas juga menerima uang tunai senilai Rp 1,8 miliar, dua unit sepeda motor, tanah dan bangunan senilai Rp 400 juta.

“Ini masih kami dalami terus. Jaringan ini ternyata cukup besar. Total sudah lebih dari Rp 8 miliar kami sita dari jaringan ini terkait TPPU narkotika sejak Januari sampai Maret 2019. Kami juga masih buru aset tersangka lainnya yang kemungkinan masih ada,” jelasnya didampingi Kabid Brantas BNNP Jawa Tengah AKBP Suprinarto.

Jaringan Sancai pertama kali terbongkar pada tahun 2017 silam. Berawal dari penangkapan seorang pengedar sabu bernama Dedi Kania di Kota Semarang dengan barang bukti 800 gram sabu. Dedi mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Sancai (Christian Jaya Kusuma). Sancai dan Dedi Kania sudah divonis terkait kasus tersebut dan sekarang dipenjara di Lapas Nusakambangan.

Setelah itu beberapa penangkapan pengedar narkotika yang ditangkap BNNP Jawa Tengah ternyata masih melibatkan Sancai sebagai dalangnya. Selain itu petugas yang mengembangkan kasus TPPU terkait jaringan narkotika ini berhasil mengungkapnya pada Januari 2019 lalu. Seorang bernama Deden Wahyudi alias Dandi Kosasih ditangkap di Yogyakarta. Deden ini termasuk jaringan Sancai dan disita uang diduga hasil peredaran narkotika senilai Rp 4 miliar.

“CJK alias Sancai mengedarkan narkotika menggunakan transaksi bank melalui 4 rekening atas nama SN (Saniran). Sedangkan yang mengoperasionalkan keempat rekening adalah CC (Charles) atas perintah Sancai. Baik Charles dan Saniran adalah pengatur keuangan hasil jual-beli narkotika jaringan Sancai. Mereka juga sudah divonis dengan jumlah hukuman kurung yang berbeda,” tambah Suprinarto.

Atas perbuatannya, tersangka Fachrul Razi alias Yamani Aburizal alias Arahman dikenakan Pasal 3 subsider Pasal 4 subsider Pasal 5 lebih lebih subsider Pasal 10 jo Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Ancaman hukumannya, maksimal 20 tahun penjara. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.