Cuaca Ekstrim, Nelayan Demak Tak Melaut

Lantaran cuaca ekstrim, kapal-kapal nelayan Demak tak berlayar. (foto: metrojateng,com/MJ-23)
DEMAK – Nelayan di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang tidak melaut karena cuaca ekstrim. Kondisi tersebut membuat nelayan tidak mendapatkan pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari.
Matori (80), seorang nelayan Desa Morodemak mengaku sudah lebih dari dua pekan tidak melaut. Gelombang ombak yang tinggi sangat beresiko bagi nelayan saat mencari ikan di tengah laut.
“Anginnya kencang dan membawa ombak tinggi, itu sangat berbahaya bagi nelayan,” katanya, Rabu (6/9/2017).
Selain khawatir terhadap ancaman ombak, nelayan yang nekat melaut juga hanya akan mendapat ikan sedikit. Sehingga, penjualan hasil tangkapan tidak dapat menutup modal melaut.
“Udang yang biasanya mudah dan banyak saja, untuk saat ini sulit. Ya, mending di rumah menganggur dari pada melaut tidak dapat ikan, berbahaya lagi,” lanjutnya.
Abdul Rois (39), nelayan lain menambahkan, cuaca ekstrim seperti ini biasa disebut “padang bulan”. Banyak ikan berada di dasar laut. “Kalau memaksa melaut tetap sulit mendapatkan ikan. Padahal kalau cuaca normal di sini banyak ikan tongkol, teri dan udang,” papar dia.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Rois menjelaskan, banyak nelayan yang bekerja serabutan. “Ada yang bekerja tukang bangunan, buruh tani, ada juga yang terpaksa hutang,” pungkas dia. (MJ-23)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.