Cuaca Ekstrem, 20 Pesawat Terlambat Mendarat

Hampir semua maskapai mengalami delay dengan waktu bervariasi.

Sekjen INACA, Tengku Burhanudin bersama Dirut Airnav Novie Riyanto (tengah), usai meninjau menara pengawas Bandara Ahmad Yani. (Foto: Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

“Pesawatnya terpaksa berputar-putar di atas langit Semarang, kalau dirasa hujannya sudah mereda, baru mendarat.”

SEMARANG – Cuaca Kota Semarang yang cukup ekstrem sejak awal Januari 2019, telah membuat sejumlah maskapai penerbangan mengalami keterlambatan saat hendak mendarat maupun terbang dari Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Manajer Operasional Airnav Semarang, Kelik Widjanarko mengatakan, tercatat selama rentang waktu 1 Januari hingga 20 Januari 2019, frekuensi keterlambatan penerbangan (delay) melonjak drastis ketimbang kondisi bulan sebelumnya.

“Ada kurang lebih 20 maskapai yang delay selama bulan ini. Karena cuaca buruk, pesawatnya terpaksa berputar-putar dulu di atas langit Semarang, kalau dirasa hujannya sudah mereda, baru mendarat ke Bandara Ahmad Yani. Tetapi tidak sedikit pula lantaran melihat anomali cuaca begitu ekstrem, pilotnya memilih cancel penerbangan baik dari Jakarta maupun daerah lain yang menuju Semarang,” ujar Kelik kepada metrojateng.com, Senin (21/1/2019).

Menurutnya hampir semua maskapai mengalami delay saat ini. Waktunya pun bervariasi. Ada yang 10 menit. Terdapat juga yang delay paling parah 45 menit.

“Yang sampai 45 menit itu pada akhirnya mengonfirmasikan kepada kami kalau ada kerusakan mesin pesawatnya, lalu dicancel penerbangannya,” urainya.

Ia menjelaskan terpaan cuaca buruk memang tak bisa dihindari. Untuk menyiasatinya, pihaknya rutin berkolaborasi dengan BMKG untuk terus memperbaharui informasi perubahan cuaca kepada para pilot pesawat.

Hal ini untuk meningkatkan layanan Airnav. Terlebih lagi, katanya Airnav baru saja mendapat apresiasi sangat memuaskan dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) terkait dengan kinerja layanan penerbangan selama 2018.

Saat meninjau tower pengawas Airav Semarang, Sekjen INACA, Tengku Burhanudin membeberkan sepuluh kategori layanan Airnav yang semakin membaik. Organisasi yang menaungi 1.016 pilot, yakni 67 pilot lokal dan sisanya pilot asing itu, memberikan penilaian 4,08 bagi Airnav. Artinya, kinerja meningkat ketimbang 2017 lalu yang mendapat nilai 4,03.

“Survei itu kami dapat dari quality costumer service yang dilakukan pada 2018. Tentunya kami sudah melihat betapa banyaknya anak muda yang bekerja. Airnav memiliki niat sungguh-sungguh untuk meningkatkan kinerjanya. Mereka yang bekerja di sejumlah daerah Indonesia Timur juga jarang terlihat. Namun terbukti cukup baik dalam pekerjaannya selama ini,” kata Burhanudin. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.