Creative Hub Kota Lama Dibangun Untuk Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif

Salah satu sudut dari Creative Hub yang dibangun untuk pelaku ekonomi kreatif di Kawasan Kota Lama Semarang

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mempersiapkan Co Working Space bernama Creative Hub yang berlokasi di Kawasan Kota Lama Semarang. Proyek didanai Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini dibangun untuk memfasilitasi kebutuhan para pelaku ekonomi kreatif dalam menjalankan usaha.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa pembangunan Creative Hub telah rampung dilaksanakan. Dan masuk ke dalam proses persiapan serah terima asset dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kota Semarang.

“Proses selanjutnya adalah Perumusan Standart Operating Procedure serta kerja sama dengan para komunitas guna pemanfaatan co working space di Kota Lama tersebut. Ditargetkan awal tahun ini dapat segera siap dan mulai dimanfaatkan oleh kawan-kawan komunitas ekonomi kreatif di Kota Semarang,” tuturnya, Selasa (12/1/2020)

Terkait pengelolaan, meski Creative Hub tersebut merupakan aset Pemkot Semarang melalui OPD terkait, namun aktivitas dan kegiatan yang ada didalamnya dilakukan oleh para komunitas. Sehingga harapannya pengelolaan dan pemeliharaan tempat tersebut dapat dilakukan bersama-sama.

“Dapat kita lihat bahwa industri kreatif memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada 2019 sektor ini menyumbang PDB sebesar Rp 1.041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2 persen,’’ ungkapnya yang akrab disapa Hendi.

Harapannya, dengan adanya fasilitas ini industri kreatif di Kota Semarang dapat semakin berkembang. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini masyarakat dapat terus bertahan melalui aktivitas ekonomi kreatifnya.

Sementara, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menuturkan jika rencananya ke depan akan ada event fashion show oleh komunitas yang diselenggarakan secara hybrid, yaitu offline dan online yang melibatkan banyak sub sektor industri kreatif lainnya.

‘’Seperti melibatkan sub sektor seni pertunjukan, produk kriya, desain arsitektur, fotografi, animasi, dan sub sektor lain yang dapat saling mendukung dan terlibat di dalamnya,’’ terangnya.

Pesatnya geliat sektor ekonomi kreatif saat ini, menurutnya membuat Pemerintah Kota Semarang melakukan berbagai upaya guna mendukung agar industri tersebut dapat terus berkembang. Apalagi Kota Semarang merupakan salah satu dari 10 kota kreatif di Indonesia. Meskipun sub sektor yang dominan adalah fashion, namun 17 sub sektor lainnya tetap dapat dilibatkan dan ikut berkolaborasi dalam creative hub tersebut.

Indriyasari melanjutkan , di dalam Creative Hub yang berada di Galeri Industri Kreatif dan Gedung Outdetrap, nantinya komunitas ekonomi kreatif di Kota Semarang dapat beraktifitas, berkreasi, dan berkolaborasi bersama dengan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang.

‘’Mulai dari pelatihan beserta sarana prasarana pelatihan, ruang fotografi, pembuatan film secara virtual, ruang seni pertunjukan serta sejumlah peralatan akan dapat dimanfaatkan oleh para komunitas,’’ pungkasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.