Cerita Sueb, Warga Tambaklorok yang Mendadak Didatangi Jokowi Tengah Malam

Sueb malam itu sedang nongkrong di sebuah warung kopi. Ia tak menyangka ketika tiba-tiba di hadapannya ada seorang presiden yang datang malam-malam tanpa pengawalan.

Ahmad Sueb di depan rumahnya. (Foto: Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Siang itu cuaca Kampung Tambaklorok di Kecamatan Semarang Utara, cerah. Saat disambangi pada Rabu (20/2/2019), nelayan perempuan sedang menjual hasil tangkapannya ke tempat pelelangan ikan.

Ragam ikan laut juga dijual di tepi jalan raya. Tambaklorok yang notabene sebagai kampung nelayan yang padat penduduk ini belakangan viral pasca Debat Capres Kedua. Pasalnya, Kampung Tambaklorok ini desebut dalam Debat Capres Kedua tersebut. Jokowi mengaku menyambangi Tambaklorok tanpa pengawalan dan hanya ditemani seorang sopir.

Jokowi datang ke kampung itu pada 2 Februari lalu. Berdasarkan penuturan warga setempat, Jokowi memang datang ke Tambaklorok tanpa pengawalan dari Paspampres.

Ahmad Sueb selaku Ketua RW XIII, Tambaklorok mengaku menjadi salah satu warga yang ditemui Jokowi. Ia bahkan turut mengawal berkeliling di kampungnya.

“Pak Jokowi ke sini malam-malam, kurang lebih pukul 23:00, 2 Februari lalu. Awalnya saya yang lagi jagongan di warung kopi dermaga bersama nelayan lainnya enggak menyangka kalau yang datang itu beliau (Presiden Joko Widodo). Lha wong turun dari mobil dari jarak 30 meter kelihatannya orang tinggi pakai baju putih, dikirain kalau dari pegawai proyek pembangunan dermaga Tambaklorok kok, Mas,” akunya.

Sueb awalnya kaget dengan kedatangan orang nomor satu di negeri ini. Jokowi yang tanpa pengawalan rupanya langsung menyambangi warung kopinya. Mobil hitam yang ditumpangi Jokowi terparkir di samping TPI.

“Begitu ketemu warga di warung kopi, beliau langsung keliling sejam lihat-lihat kondisi kampung Tambaklorok,” ujar pria 43 tahun tersebut.

Jokowi berjalan kaki menyusuri dermaga perahu nelayan Tambaklorok. Sueb mengaku bangga bisa menemani capres dari PDIP tersebut keliling selama satu jam.

Tak cuma menengok kondisi dermaga, Sueb bilang Jokowi juga sempat masuk ke lorong-lorong kampung kumuh yang ada di situ.

Jokowi yang ditemani beberapa warga melihat langsung kondisi para nelayan. “Kondisi nelayan di sini gimana?,” tanya Jokowi ketika itu.

“Sudah lumayan baik pak,” sahut Sueb saat berada di samping Jokowi. Sueb mengaku perasaannya campur aduk tatkala dipercaya mengawal Jokowi blusukan ke kampungnya.

“Saya tidak menyangka figur simbol negara datang malam-malam ke Tambaklorok. Begitu Pak Jokowi duduk di kayu tambatan perahu, saya langsung ikut mengawal beliau jalan di sampingnya sambil ngatur jalan supaya longgar. Tapi beliau enggak keberatan diajak salaman ibu-ibu nelayan meski tangannya pada bau ikan,” katanya.

Bukan kali ini saja Jokowi menyambangi kampungnya. Sueb mengingat Jokowi dua kali menyapa Tambaklorok. Yang pertama Jokowi menyapa warga Tambaklorok pada 2 Desember 2014 silam.

Ketika itu, ia juga mengawal Jokowi saat memantau sedimentasi Sungai Tambaklorok. Melihat sungai yang keruh dan sulit dilewati perahu, Jokowi memerintahkan Wali Kota Hendrar Prihadi untuk mengeruk sedimentasinya. Kenyataannya terwujud tatkala Jokowi menang Pilpres 2014.

“Dan kali ini saya mendampingi beliau kelilingi kampung sampai masuk mobil dinasnya. Terus terang saya sangat bangga karena momentum ini sangat bersejarah bagi keluarga saya. Apalagi pengakuan nenek saya, belum pernah ada presiden yang mau kemari, hanya Pak Jokowi yang mau datang ke Tambaklorok. Tentunya ini jadi cerita buat anak-anak saya kelak,” kata bapak lima anak tersebut.

Di Tambaklorok, mayoritas warganya menggantungkan hidup pada aktivitas menjala ikan di lautan lepas. Sebagai pemilik dua kapal dengan kekuatan 15 groston, ia mempekerjakan 20 nelayan. Satu kapal mampu mengangkut 10 nelayan.

Aktivitas warga Tambaklorok Semarang. (Foto: Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

“Saya sendiri setiap harinya sebagai pemilik kapal,” katanya.

Sueb mengatakan hasil tangkapan ikannya berupa teri, cumi dan rebon. Saban hari dapat menjala ikan sebanyak tiga sampai lima kilogram.

Sueb berkata taraf hidup warganya cenderung membaik seiring banyaknya akses jalan dan bantuan yang kerap diberikan oleh pemerintah pusat maupun Kota Semarang. Tak jarang para politisi juga menyambangi kampungnya. Sebut saja mulai Ketum Hanura, Wiranto Ketum Perindo Harry Tanoesoedibjo, Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Politisi Senior Golkar, Akbar Tanjung.

Ia pun menggantungkan harapan yang tinggi jika Jokowi kembali terpilih untuk periode kedua. Ia ingin Jokowi mewujudkan pembangunan talud di sisi barat kampungnya agar tidak lagi diterjang rob.

“Saya minta langsung kepada beliau dan didengarkan langsung. Semoga permintaan saya dapat terwujud,” tuturnya. (far)

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.