Cerita Saksi Pembunuhan Mujiman, Dipukul Palu dan Dianiaya di Dalam Mobil

Untuk membela diri, Suyanti sempat merebut palu yang sebelumnya digunakan Mujiman untuk melukai kepalanya. 

SUKOHARJO – Kasus dugaan pembunuhan Mujiman (50) yang tewas dalam mobil Toyota Kijang warna merah semakin menemui titik terang. Suyanti, orang terakhir yang bersama pria juragan jenang dodol itu membeberkan peristiwa mengerikan yang dia alami.

Suyanti, saksi kasus pembunuhan juragan jenang dodol di Jalan Raya Watukelir-Cawas. Foto: metrojateng.com

Suyanti mulai pulih setelah sempat menjalani perawatan di RSI Cawas Klaten. Ditemui di rumahnya, Desa Candirejo, Semin, Gunungkidul, dia berkisah tentang cekcok yang berujung tewasnya Mujiman.

Dia mengakui, pada Rabu (2/1) siang mereka berdua sempat ke bank BRI Semin untuk mengambil uang dengan menumpang mobil Toyota Kijang AB 1254 GD milik Mujiman.

Mujiman menjanjikan mengembalikan uang yang dipinjam dari Suyanti. Suyanti sedianya meminjamkan uang Rp 12 juta kepada Padmi, istri Mujiman. Tapi uang tersebut justru dipakai Mujiman tanpa sepengetahuan istrinya.

Inilah yang diduga menjadi pemicu cekcok antara Mujiman dan Suyanti. Pada prosesnya Mujiman urung mengambil uang karena berdalih antreannya terlalu panjang. Warga Dusun Pungsari, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru Sukoharjo kemudian mengajak Suyanti untuk makan di daerah Blutak.

Namun, Suyanti mulai curiga ketika mobil yang mereka tumpangi tidak mengarah ke BRI Semin. Mobil itu juga sempat mogok dan diperbaiki di bengkel.

Sekira pukul 15.00, mereka tiba di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Watukelir-Cawas. Mujiman tiba-tiba menghentikan mobilnya. Suyanti yang duduk di sebelahnya diminta untuk melihat jok tengah.

“Sampai di persawahan saya diminta menekan jok tengah. Saya turuti dan saat itu dia langsung memukul kepala saya,” cerita Suyanti saat ditemui di rumahnya, Selasa (8/1/2019) sore.

Wanita yang biasa berjualan di Pasar Candi, Gunungkidul tersebut berusaha melawan. “Saya teriak-teriak pembunuhan, posisi kaca mobil ditutup tidak bisa dibuka, saya hanya bisa memanjatkan doa sama Tuhan,” ungkapnya.

Menurut Suyanti, pintu mobil sempat terbuka, tapi Mujiman kembali menutupnya. Untuk membela diri, Suyanti sempat merebut palu yang sebelumnya digunakan Mujiman untuk melukai kepalanya.

Setelah itu, pintu mobil terbuka dan ia keluar dengan kondisi mata terpejam karena kepalanya berlumuran darah. Bahkan saat keluar dari mobil ia sempat ditendang oleh Mujiman.

“Saya ditendang lalu jatuh, terus saya merangkak, saya mencoba menghentikan orang namun tidak ada yang berhenti,” ujarnya.

Sampai akhirnya dia ditolong oleh warga bernama Didik dan dibawa ke RSI Cawas. Sedangkan Mujiman ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Mujiman terkapar di jok tengah mobil berwarna merah marun tersebut. Sebilah pisau ditemukan di samping kiri bawah mobil. Sebuah palu juga ditemukan di parit tak jauh dari TKP.

Sampai saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Suyanti dijadwalkan dimintai keterangan pada Jumat (11/1) mendatang.(MJ-28)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.