Cerita Marshaller, Pemandu Parkir ‘Burung Besi’

Kesempatan memarkirkan pesawat Airbus yang ditumpangi Presiden Joko Widodo jadi pengalaman tak terlupakan bagi Ismudin.

SEMARANG – Tepukan riuh menggema tatkala Ismudin berjalan di atas karpet merah. Posturnya yang tinggi cukup menunjang penampilannya saat ikut fashion show untuk menyemarakkan Hari Pahlawan di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 10 November 2018.

Penampilan Ismudin saat memeriahkan fashion show Hari Pahlawan, Sabtu (10/11/2018). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Sejumlah pengunjung seakan terpukau saat ia berulang kali kedua tangannya melambaikan bead marshaller. Sejurus kemudian, di belakangnya mengikuti banyak petugas yang berpartisipasi dalam gelaran fashion show tersebut.

Mulai petugas Airnav Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, petugas pemadam kebakaran, petugas keimigrasian, seorang petugas kebersihan bandara hingga perwakilan dari BMKG juga ikut memeriahkan fashion show.

Bagi Ismudin, perayaan Hari Pahlawan di pagi ini terasa sangat istimewa. Sebab, sebagai seorang petugas ground marshall atau yang lebih dikenal sebagai juru parkir pesawat, perannya tak banyak diketahui oleh masyarakat luas.

“Saya sudah dua tahun menjadi juru parkir pesawat di Bandara Ahmad Yani. Sebelumnya saya juga bertugas di bidang yang sama saat di Balikpapan,” akunya kepada metrojateng.com.

Saban harinya ia bekerja selama delapan jam mulai pukul 05.00-13.00 WIB. Di Bandara Ahmad Yani sendiri dilengkapi 12 parking stand dengan fasilitas yang memadai bagi para penumpang pesawat.

Sebagai seorang marshaller, katanya pengalaman paling menarik tatkala dirinya punya kesempatan memarkirkan sebuah pesawat Airbus yang ditumpangi Presiden Joko Widodo. Tentunya memarkirkan pesawat yang ditumpangi rombongan RI-1 bukanlah perkara mudah.

Ia harus cermat menempatkan pesawat kepresidenan menghadap serong ke arah kanan. “Itu cara kami untuk memudahkan presiden turun langsung ke ruang VIP,” akunya.

Tiap memarkirkan pesawat, ia hanya butuh waktu paling lama 2 menit. “Tetapi makin besar tipe pesawatnya, jarak kita harus diperlebar. Misalnya saat memarkirkan Airbus, jarak kita dengan moncong pesawat sekitar 25 meter. Kalau Boeing sekitar 15 meter. Tujuannya biar pilot tahu posisi kita,” tuturnya.

Sedangkan General Manager PT Angkasa Pura I, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Cecep Marga Sonjaya mengapresiasi penampilan para petugas saat ikut fashion show dalam rangka Hari Pahlawan.

“Kita hadirkan mereka untuk memberitahu para pengunjung bandara bahwa di balik kejayaan negara kita, ternyata ada juga lho pahlawan pembangunan saat ini. Mereka selama ini mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia dengan caranya masing-masing di era milenial,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.