Cegah Terpapar Radikalisme, Mahasiswa Dituntut Lebih Peka Keutuhan Bangsa

Mahasiswa diharapkan memiliki karakter yang lebih toleran, lebih peka terhadap hal-hal yang dapat mengganggu keutuhan Indonesia.

SEMARANG – Mahasiswa Universitas Semarang (USM) dituntut untuk memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Mereka diharapkan memiliki karakter yang lebih toleran dan lebih peka terhadap hal-hal yang dapat mengganggu keutuhan Indonesia seperti radikalisme dan terorisme.

Kepala LPPM USM Iswoyo SPt MP menyampaikan materi dalam acara kuliah umum Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan di Gedung V Lantai 6 USM, Rabu (9/10/2019). Foto: dokumentasi

Hal itu disampaikan oleh alumni Lemhanas RI, Iswoyo yang sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USM dalam Kuliah Umum mahasiswa baru Fakultas Psikologi di Gedung V Lantai 6 USM, Rabu (9/10/2019).

Dalam acara bertajuk “Wawasan Kebangsaan” yang diikuti 170 mahasiswa ini, Iswoyo mengingatkan para mahasiswa tentang empat pilar yang ada di Indonesia. Yaitu meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“USM sekarang terkait dengan visi misinya yang berkeindonesiaan, tentunya mahasiswa USM harus berbeda dengan lulusan perguruan tinggi lain, artinya harus mempunyai kelebihan tentang wawasan kebangsaan” ungkapnya.

“Maka setiap penerimaan mahasiswa baru diberi materi wawasan kebangsaan tersebut melalui kuliah umum ini. Mahasiswa diharapkan memiliki karakter yang lebih toleran, lebih peka terhadap hal-hal yang dapat mengganggu keutuhan Indonesia seperti radikalisme dan terorisme” imbuhnya.

Iswoyo menilai kegiatan ini sangat baik karena kedepan mahasiswa USM akan tersadarkan dan terhindar dari paparan faham-faham radikal ataupun teroris yang dapat merong-rong keutuhan Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Untuk dapat mengaktualisasi wawasan kebangsaan dengan baik perlu memahami tiga komponen utama sebagai pondasi dan pilar penyangga yang dapat berdiri tegak dan kokohnya wawasan kebangsaan, yaitu rasa kebangsaan, faham kebangsaan, semangat kebangsaan,” katanya.

“Mahasiswa perlu memahami betul tiga komponen ini, adanya rasa kebangsaan berarti ada rasa memiliki, faham tentang jati diri seseorang atau kelompok, sehingga mampu bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal maupun eksternal,” imbuhnya.

”Dan dari kedua hal tersebut akan menumbuhkan semangat kebangsaan pada jiwa para mahasiswa,” pungkasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.