Cegah Penyelundupan Baby Lobster, Dua Bandara Perketat Pengawasan

Modus penyelundupan baby lobster sering dilakukan oleh oknum jasa penitipan di bandara.

SEMARANG – Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Semarang memperkuat pengawasan dengan Bandara Internasional Ahmad Yani dan Bandara Adi Soemarmo, untuk mengantisipasi aksi penyelundupan baby lobster.

 

Foto: General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Kol (Pnb) Abdullah Usman meneken perjanjian dengan Kepala BKIPM Kota Semarang, Raden Gatot Perdana di kantor BKIPM Jalan Suratmo Manyaran. (fariz fardianto/metrojateng.com)

 

Kepala BKIPM Kota Semarang, Raden Gatot Perdana mengatakan baby lobster selama ini menjadi incaran banyak orang lantaran punya nilai jual yang sangat tinggi.

“Di beberapa bandara, benih lobster marak diselundupkan. Makanya kami berharap, di wilayah Semarang tidak ada penyelundupan untuk jenis tersebut,” ungkap Gatot, usai meneken kerjasama pengawasan pengiriman ekspor dengan pengelola Bandara Internasional Ahmad Yani dan Adi Soemarmo, di kantornya, Jalan Suratmo, Manyaran, Rabu (10/4/2019).

Ia menjelaskan sesuai PermenKP Nomor 56, baby lobster dilarang diperjualbelikan. Larangan serupa juga berlaku buat kepiting, lobster dan rajungan dengan bobot di bawah ketentuan.

Lebih lanjut, ia menuturkan penyelundupan biota laut yang dilindungi biasanya lewat perantara jasa penitipan kargo bandar udara. Selama tahun ini saja, ia mengaku telah menemukan satu aksi penyelundupan lobster yang hendak dikirim ke luar negeri.

“Ada satu penyelundupan lewat jasa penitipan dan itu jenis lobster, untuk saat ini sudah dilepasliarkan. Tetapi modus yang sering dilakukan oknum-oknum tertentu yaitu dengan menyelundupkan benih lobster. Karena nilai jualnya yang sangat besar,” urainya.

Ia menyatakan penguatan sinergitas dengan kedua bandara tersebut perlu dilakukan demi meningkatkan kerjasama yang efektif, cepat dengan pola pengawasan yang menjadi lebih baik.

Ia ingin kerjasama dengan kedua bandara bisa semakin solid dan harmonis untuk mengantisipasi penyelundupan yang merugikan negara.

“Sehingga pengiriman produk perikanan ekspornya lebih bagus. Kita khawatir bila pengawasannya lemah, maka penyelundupannya akan meningkat,” cetusnya.

Dengan kedua bandara tersebut, ia telah meminta pengawasan lebih ketat pada sistem kargo serta tempat mesin X-ray.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Kol (Pnb) Abdullah Usman berjanji bakal mempertebal pengawasan ekspor produk perikanan. Sejauh ini belum ada temuan mencolok mengenai penyelundupan biota laut yang dilindungi.

“Kami sudah menerapkan pengawasan empat lapis. Kebetulan kami dibantu oleh TNI AU, jadi pengawasannya menjadi lebih ketat. Baik di pintu masuk bandara hingga kargo,” ujar Usman. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.