Cegah Penyalahgunaan Pembalut

Penyalahgunaan pembalut untuk mabuk-mabukan jadi tanggungjawab bersama.

SEMARANG- Fenomena banyak kejadian anak usia 13-16 tahun mabuk-mabukan dengan menggunakan air rebusan pembalut juga terjadi di Kota Semarang. Hal ini membuat prihatin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan kejadian itu.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah kembali menggelar razia narkoba di sejumlah tempat hiburan malam di Semarang, Kamis (21/5) dini hari. Foto: metrosemarang.com/Ilyas Aditya

Badan Nasional Narkotika Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) mengungkap, fenomena penggunaan air rebusan pembalut terjadi di beberapa wilayah di Jateng. Seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, hingga Kota Semarang bagian Timur.

Wali Kota pun meminta semua pihak tidak saling menyalahkan. Tapi justru harus bersama-sama mengawasi dan memantau pola hidup dan perkembangan anak-anak.

“Jangan hanya disalahkan pemerintahnya, anaknya, tapi mari bareng-bareng mengawasi pendidikan anak kita dengan benar,” katanya, Senin (12/11/2018).

Dia meminta khususnya orang tua, disela kesibukannya tetap mengawasi pola, tingkah laku dan gaya hidup anaknya. Karena persoalan narkoba sudah merambah ke berbagai lapisan mulai anak-anak TK hingga orang dewasa.

“Setiap hari apa yang sedang dilakukan, fisiknya seperti apa diperhatikan, jangan sampai lalai, perlu diperhatikan serius,” ujarnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.