Cegah Caleg Stres, 52 Rumah Sakit Pemerintah Siap Layani Terapi Gangguan Jiwa

Tidak menutup kemungkinan orang yang gagal meraih cita-citanya mengalami gangguan jiwa seperti depresi.

SEMARANG – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan terdapat 52 rumah sakit negeri di wilayahnya yang siap melayani pengobatan bagi para gangguan kejiwaan. Ini dilakukan demi mengatasi dampak penyelenggaraan Pemilu 2019 yang berpotensi membuat para calon legislatif mengalami depresi.

RSJ Amino Gondohutomo, salah satu rumah sakit pemerintah yang siap menangani terapi kejiwaan caleg. Foto: wikimapia.org

“Secara khusus, memang kami tidak bisa mengeluarkan imbauan atau surat edaran bagi pengelola rumah sakit. Tapi di 35 kabupaten kota, penanganan pasien gangguan jiwa tidak cuma dilakukan di rumah sakit jiwa. Bisa juga dilakukan di 52 rumah sakit milik pemerintah,” kata Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo saat dikontak wartawan, Kamis (10/1/2019) pagi.

Ia berkata sejauh ini belum bisa memberikan perintah kepada tiap pengelola rumah sakit untuk menambah jumlah bangsal khusus pasien gangguan kejiwaan. Sebab, pihaknya mengaku belum punya satu pun basis data untuk menguatkan layanan tersebut.

“Kami belum punya evidence based (terapi kedokteran berbasis bukti) untuk melakukan hal itu. Termasuk memerintahkan rumah sakit menambah bangsal terapi kejiwaan. Walau begitu, toh mereka juga sudah siap melayani bila ada orang dengan gejala gangguan kejiwaan ingin berobat kok,” tuturnya.

Menurutnya dengan pertarungan politik yang sangat ketat, tidak menutup kemungkinan orang-orang yang cita-citanya gagal dicapai bisa mengalami depresi.

Terlebih lagi pada kontestasi Pemilu 2019, persaingan perebutan suara tak cuma dilakukan caleg-caleg DPRD kabupaten/kota. Para caleg DPD RI, DPRD Provinsi maupun DPR RI juga ingin merebut peluang meraih suara untuk memenangkan Pemilu yang dihelat serentak pada 17 April nanti.

“Tidak menutup kemungkinan orang yang gagal meraih cita-citanya mengalami gangguan jiwa seperti depresi. Sementara ini kami belum punya evidence based untuk melacak hal itu,” ujar Yulianto. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.