Cegah Aksi Balasan, Polisi Gelar Razia Pelajar

Dalam razia tersebut, petugas tidak menemukan barang-barang mencurigakan dan membahayakan yang dibawa oleh para pelajar.

MAGELANG – Pasca tawuran pelajar dari dua SMK yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, Polsek Magelang Utara langsung menggelar razia, Jumat (1/2/2019). Razia dilaksanakan di Jalan Pahlawan Kota Magelang dipimpin langsung Kapolsek Kompol I Gede Suarti.

Polisi menggelar razia pelajar untuk mencegah terjadinya aksi balasan pascatawuran yang menewaskan siswa SMK di Kabupaten Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Saat razia, petugas menghentikan angkutan umum dan sepeda motor yang ditumpangi para pelajar. Mereka diminta turun dari angkutan ataupun sepeda motor yang ditumpangi untuk digeledah seluruh tubuh dan tas.

Razia tersebut juga melibatkan Satuan Sabhara, Intel, Reskrim dan Satlantas. Satu per satu pelajar yang hendak berangkat sekolah diperiksa barang bawaannya dan ditanya asal sekolah.

Dalam razia tersebut, petugas tidak menemukan barang-barang mencurigakan dan membahayakan yang dibawa oleh para pelajar. Ada dugaan razia tersebut telah bocor sebelumnya. 

“Kami menduga pelajar yang sudah terkena razia memberitahu rekannya menggunakan handphone ataupun menyampaikan melalui media sosial,” kata Kompol I Gede Suarti.

Ia mengatakan, razia terhadap para siswa utamanya siswa SMA/SMK yang hendak berangkat sekolah dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tawuran atau perkelahian siswa.

Gede Suarti menambahkan, wilayah Magelang Utara dinilai sangat rawan tawuran pelajar, karena di wilayah tersebut terdapat sejumlah sekolah menengah kejuruan yang siswanya sering melakukan perkelahian.

Ia menambahkan, razia tersebut juga untuk mengantisipasi adanya aksi balasan dari salah satu kelompok pelajar di wilayah Kabupaten Magelang yang terlibat tawuran pada Kamis (31/1) kemarin. Dalam peristiwa itu satu siswa meninggal dunia. (MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.