CCAI Raih Penghargaan Solar PV Rooftop Champion 2020

Mampu Hasilkan Listrik Tenaga Surya 9,6 Juta Kwh

 

Penghargaan- Atap Panel Surya CCAI mampu menghasilkan tenaga listrik 9,6 Kwh raih Penghargaan . (ist/tya)

 

JAKARTA, METROJATENG.COM – Sebagai salah satu perusahaan dengan kontribusi terdepan dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menerima penghargaan Solar PV Rooftop Champion 2020. Pemasangan atap panel surya terbesar dalam fasilitas produksi di Asia Tenggara pada 30 November lalu diletakkan di area atap fasilitas produksi Coca Cola Amatil Indonesia di Cikarang Barat seluas 72.000 meter persegi dengan nilai pemasangan atap panel surya USD5,8 juta (87 milyar rupiah).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) secara virtual dalam ajang The 9th Indonesia Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ConEx belum lama ini. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dan perwakilan dari berbagai institusi dan industri.

Lucia Karina selaku Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia yang menerima penghargaan tersebut mengatakan mengatakan, salah satu komitmen perusahaan dalam keberlanjutan lingkungan adalah berperan aktif untuk membatasi peningkatan suhu global agar tidak lebih dari 1,5 derajat celcius. Coca-Cola Amatil secara keseluruhan menargetkan setidaknya 60 persen dari kebutuhan energi bersumber dari energi terbarukan dan rendah karbon di tahun 2020.

“Kami sangat bangga dapat meresmikan fasilitas surya atap di fasilitas manfaktur kami di Cikarang Barat pada bulan September lalu bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Panel surya atap tersebut merupakan panel terbesar yang dipasang pada fasilitas manufaktur di kawasan Asia Tenggara, dan kedua di kawasan Asia Pasifik. Ke depan, kami juga berencana untuk memperluas fasilitas panel Surya atap kami kami di fasilitas manufaktur kami yang lain,” jelas Lucia kemarin.

Atas keberhasilan tersebut. CCAI menerima kunjungan Komisi VII DPR RI di fasilitas produksi Cikarang Barat. Pemasangan atap panel surya tersebut merupakan bentuk komitmen Amatil Indonesia untuk mendukung ambisi pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (greenhouse gas /GHG) sebanyak 29% atau setara dengan 314 juta ton karbondioksida hingga 2030, juga kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 7, 9, 11, 12 dan 13.

Atas keberhasilan tersebut, Komisi VII DPR RI menyatakan dukungannya terhadap pengembangan energi baru terbarukan. Sejalan dengan dukungannya yang akan dituangkan dalam bentuk UU Energi Baru Terbarukan yang saat ini masih dalam pembahasan.

“Instalasi solar panel CCAI ini bisa menjadi contoh bagi industri lainnya di seluruh Indonesia. Khususnya pada wilayah Jawa Barat yang mempunyai tantangan memiliki kebutuhan listrik paling tinggi di bandingkan daerah lainnya,” ujar Ketua Tim Kunjungan Komisi VII DPR RI, Ramson Siagiaan.

Proyek energi terbarukan lainnya yang didukung oleh Amatil Indonesia termasuk pengadaan 243,383 mesin pendingin hemat energi (cooler) kepada konsumer, yang dapat menghemat hingga 178 juta kwh energi per tahun, instalasi LED sebagai alternatif pencahayaan alternatif di seluruh pabrik, konversi konversi dari solar, gas alam dan gas alam terkonversi (LNG) untuk pemanas, pembangkit listrik dan forklift sejak tahun 2008.

Lebih lanjut Lucia menjelaskan Pemasangan atap panel surya sebesar 72.000 meter persegi yang dapat menghasilkan 7.34 MWp energi surya di masa puncaknya.
Pemasangan atap panel surya terbesar di fasilitas produksi di Asia Tenggara – kedua terbesar di Asia Pasifik dan keempat terbesar di dunia dengan nilai USD5,8 (IDR87 milyar)
“Atap panel surya dapat menghasilkan 9,6 juta kwh energi surya sebagai daya energi fasilitas produksi,” jelasnya. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.