CCAI Gelar Workshop Diversifikasi Usaha

Tingkatkan Kapasitas Kewirausahaan UMKM di Masa Pandemi,

 

Minuman Segar – Zeric Antamal, seorang wirausahawan muda dan pengelola Zezee Coffee House Kota Semarang, tengah membagi trik meracik minuman segar berbahan Sprite dan Coca Cola dalam Workshop yang digelar CCAI. (Ist/tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Coca-Cola Amatil Indonesia menggelar Workshop Diversifikasi Produk UMKM untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan di masa pandemi Covid-19. Kegiatan yang

berlangsung dalam dua gelombang, dan  diikuti 22 pelaku usaha mikro kecil di sekitar Central Java Plant Kabupaten Semarang. 

Corporate Affairs Executive Central Java Operation Anang Zakaria mengatakan para peserta berasal dari lima desa yani Randugunting dan Jatijajar Kecamatan Bergas,  Samban, Lemahireng, dan Harjosari Kecamatan Bawen. Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami menggelar dalam dua gelombang untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga bisa memastikan tetap menjaga jarak dan tak ada kerumunan, ” katanya.

Menurutnya, selain berdampak pada kesehatan, pandemi telah mengancam perekonomian masyarakat. Sekitar 90 persen peserta workshop mengeluhkan turunnya jumlah pembeli sehingga mengakibatkan pendapatan mereka berkurang. Sementara sisanya, menceritakan kesulitan mencari bahan baku sehingga berdampak pada proses usaha mereka. 

Salah satu strategi bertahan di masa pandemi, ia melanjutkan, mayoritas pelaku usaha kecil itu melakukan diversifikasi, yakni tetap berjualan seperti biasa tapi menambah jenis produk dagangan atau membuka lokasi baru.

“Termasuk ada yang berjualan dari rumah tapi pemasarannya dilakukan melalui sosial media dan platform e-commerce,” katanya. 

Workshop itu dipandu dua fasilitator, Zeric Antamal, seorang wirausahawan muda dan pengelola Zezee Coffee House Kota Semarang,

serta pegiat pemasaran digital Jelita Widiastuti. Zeric membagi trik meracik minuman segar berbahan utama Sprite dan Coca-Cola, sedangkan Jelita membagi pengalaman menjalankan pemasaran lewat sosial media. 

Zeric mengatakan dua bahan itu dipilih karena mudah ditemui di pasaran dan harganya terjangkau. Menurut dia, penting bagi pelaku usaha kecil untuk membuat produk yang simpel dan nikmat tapi terjangkau pembeli. “Harganya lebih murah tapi kualitas rasa tetap istimewa,” katanya. 

Jelita menambahkan pertumbuhan teknologi informasi memberi kesempatan pelaku usaha mikro kecil mempromosikan produknya lewat sosial media dan platform e-commerce. “Peluang inilah yang harus ditangkap UMKM untuk mengembangkan usaha,” katanya. 

Suko Lestari, seorang peserta asal Desa Samban, mengatakan workshop itu telah memberinya inspirasi dalam inovasi produk dan pemasaran. Selain itu, keterampilannya berkreasi pun bertambah.

 “Banyak ilmu yang saya dapat, dengan bahan sederhana ternyata kita bisa bikin minuman dengan harga kota,” katanya.  (tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.