Catat! De Tjolomadoe Kini Berbayar

Pengelola menargetkan 2.000 wisatawan berkunjung ke De Tjolomadoe setiap hari

KARANGANYAR – Pengelola kawasan wisata De Tjolomadoe Karanganyar kini menetapkan tiket masuk sebesar Rp 25 ribu kepada masyarakat yang akan berkunjung ke dalam kawasan herritage tersebut. Berlakunya tiket tersebut sekaligus menandai dibukanya Museum De Tjolomadoe yang menyajikan beragam peninggalan sejarah.

Pengunjung melihat-lihat koleksi di Museum De Tjolomadoe Karanganyar. Foto: metrojateng.com

Presiden Direktur Utama De Tjolomadoe, Rachmat Priyatna mengatakan, tiket masuk Rp 25 ribu tak akan membebani masyarakat yang akan berkunjung. Menurutnya, pemasukan dari tiket juga digunakan untuk merevitalisasi bangunan.

“Saya optimistis pengunjung tetap akan sama banyaknya. Target kami paling tidak ada 2.000 pengunjung setiap hari,” ujarnya usai membuka Museum De Tjolomadoe, Rabu (12/12/2018).

Rachmat menjelaskan, Museum De Tjolomadoe menampilkan sejumlah koleksi arsip dan artefak dari pabrik gula Colomadu, disertai keterangan tentang sejarah bangunan tersebut. Selain itu terdapat visual mozaik yang menarik minat para milenial yang ingin berswafoto di lokasi tersebut.

“Sebenarnya, harga tiket Rp 25 ribu tersebut nantinya pengunjung bisa menukarkan dengan minuman yang telah disediakan gratis. Sementara untuk kawasan luar bangunan De Tjolomadoe masih tetap gratis,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengapresiasi PT Sinergi Colomadu yang mengembangkan bangunan bersejarah tersebut menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Karanganyar.

“Kita berharap destinasi wisata ini mengangkat sejarah sekaligus edukasi kepada masyarakat. Tempat ini juga memberikan rangsangan terhadap pola pikir generasi muda ke depan tentang sejarah,” jelas Titis.

De Tjolomadoe merupakan kawasan wisata bekas pabrik gula Tjolomadoe yang sudah mangkrak selama 20 tahun, oleh pemerintah pusat bangunan peninggalan belanda tersebut digunakan untuk convention hall dan juga museum. Pabrik gula bernama Colomadu ini sudah berdiri sejak 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegaran IV. Sekitar 20 tahun yang lalu pabrik gula ini berhenti beroperasi. (MJ-25)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.