Candi Peninggalan Dinasti Sanjaya Ditemukan di Boyolali

BOYOLALI – Sebuah situs purbakala berupa candi yang diperkirakan peninggalan jaman Mataram Kuno ditemukan disebuah bukit di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Candi yang terlihat masih utuh dan lengkap itu ditemukan di areal ladang terbuka.

Menurut sejarawan R Surodjo, candi itu kemungkinan dibuat sekitar abad ke-8 Masehi, di masa Dinasti Sanjaya yang merupakan penguasa Kerajaan Mataram Kuno. Hal ini terlihat dari hasil garapannya yang lebih halus. Berbeda dengan benda purbakala jaman abad ke-7 Masehi, yang hasilnya terlihat masih kasar.

Benda purbakala itu ditemukan dalam kondisi lengkap, termasuk simbol lingga dan yoni sebagai lambang kesuburan dari Dewa Siwa. “Biasanya ditemukan sudah tidak utuh, tapi ini masih utuh dan terlihat sangat jelas sekali,” kata Surodjo yang juga anggota tim museum Pemkab Boyolali kepada para wartawan di lokasi candi, kemarin.

Bahkan lingga yang masih utuh itu, berbahan batu yang diperkirakan berasal dari luar Indonesia. Batu lingga itu bukan batu yang biasa ditemukan di Indonesia. “Di Indonesia tidak ada jenis batu seperti ini, mungkin dari Thailand,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, Pemkab Boyolali segera melakukan koordinasi dengan pihak Balai Cagar Budaya Prambanan untuk mengamankan benda purbakala tersebut. Mengingat kondisi temuan yang masih utuh dan harganya sangat mahal, bisa mencapai miliaran rupiah. Selain itu, lokasi temuan berada di arela sekitar ladang terbuka sehingga memudahkan semua orang untuk melihatnya. “Harus segera diselamatkan,” pintanya.

Selain candi, di lokasi tersebut juga ditemukan patung Andini. Hanya saja, patung itu sudah tidak utuh. Bagian kepala sudah hilang. “Kemungkinan ini satu komplek dan pasti ada perwara atau patung penjaganya,” jelas dia.

Komisi IV DPRD Boyolali, yang ikut mengecek ke lokasi berharap benda purbakala tersebut segera diamankan dari lokasi temuan. Hal ini untuk menjaga keamanan dan kelestarian benda purbakala tersebut.

“Kita akan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Boyolali untuk segera mengambil langkah-langkah. Eman-eman kalau dibiarkan seperti ini,” tandas Ketua Komisi IV, Ribut Budi Santoso. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

8 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.