Calegnya Nyabu, Sigit Ibnugroho: Harusnya Raih Simpati, Malah Lakukan Perbuatan Tercela

DPC Gerindra Kota Semarang menyerahkan sepenuhnya kasus Arsa Bahra Putra ke pihak kepolisian.

 

Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Sigit Ibnugroho saat berada di Mapolrestabes Semarang, Minggu (6/5/2018) lalu. Sigit menyayangkan kedernya terlibat kasus narkoba.
Foto: metrojateng.com/dok

 

SEMARANG – Penangkapan Arsa Bahra Putra, 24, caleg DPRD Kota Semarang dari Gerindra nomor urut dua, sangat disayangkan dan mengecewakan. Caleg dengan Dapil satu daerah pemilihan Semarang Utara, Semarang Tengah, dan Semarang Timur itu ditangkap karena kasus sabu-sabu.

Arsa ditangkap oleh Satuan Res Narkoba Polrestabes Semarang saat memakai sabu-sabu. Dia ditangkap di sebuah rumah di Jalan Sedayu Indah, Bagetayu Wetan, Genuk, Kota Semarang bersama pemilik rumah, Agus. Keduanya diamankan dengan barang bukti adalah sabu 0,5 gram dan alat hisap.

“Mendengar berita ini saya sangat kecewa dan sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh saudara Arsa. Di tengah pencalegan ini yang seharusnya Gerindra meraih simpati, justru malah melakukan perbuatan tercela karena narkoba. Padahal narkoba sudah menjadi musuh utama kita bersama,’’ kata Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Sigit Ibnugroho, Selasa (8/1/2019).

Sigit mengaku dirinya sangat kecewa dan menyayangkan Arsa yang diringkus polisi atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, hal tersebut sangat kontras dengan upaya partai dan beberapa pihak dalam upaya memerangi narkoba.

Sigit juga mengatakan, selama memimpin DPC Gerindra Kota Semarang, dia tidak mengetahui banyak mengenai identitas Arsa. Dia hanya mengetahui Arsa mendaftar pencalonan legislatif di partainya pada Juli 2018 lalu.

“Kalau proses hukum karena ini tindak pidana, saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian tentang konsekuensi hukum. Kalau memang bersalah, dia harus menjalani hukuman,’’ tandas Sigit.

Tentang status sebagai kader Partai Gerindra, Sigit menyerahkan kewenangan sanksi kepada DPP Geridra. Karena kewenangan soal sanksi ada di sana. (duh)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.