Bursa Wisata Targetkan Transaksi Rp 1,5 miliar

Jadi sekarang wisata tidak sekadar pantai atau taman hiburan, tapi juga mengangkat seni dan budaya sebagai daya tarik wisata.

SEMARANG- Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah kembali menggelar Bursa Wisata Indonesia (BWI) V, di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (8/11/2018).
Dengan mendatangkan buyer hingga Malaysia dan Korea kegiatan tersebut menargetkan transaksi mencapai Rp 1,5 miliar.

Agro Wisata Kampung Palawija Balkondes Karangrejo yang dibangun Perusahaan Gas Negara (PGN) dilengkapi fasilitas penginapan (homestay) agar wisatawan dapat menikmati potensi desa di sana. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Ketua Panitia BWI V, Eko Arief Widodo mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya ajang business to business (B to B) ini akan mempertemukan antara buyer dan seller wisata dari berbagai kota bahkan negara.

“Kegiatan rutin setiap tahun ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan menggeliatkan pariwisata di Jawa Tengah,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (6/11/2018).

Pada BWI kali ini panitia mengangkat tema “Gayeng Reborn”. Adapun, yang diunggulkan tidak hanya wisata alam yang sudah ada di Jawa Tengah, tapi juga wisata ‘zaman now’ yang sekarang menjadi daya tarik bagi generasi milenial.

“Jadi sekarang wisata tidak sekadar pantai atau taman hiburan, tapi juga mengangkat seni dan budaya sebagai daya tarik wisata. Misalnya, desa wisata yang sekarang ini lagi ngehits di berbagai daerah,” katanya.

Seperti agenda yang sudah ada, BWI akan menggelar table top antara seller dan buyer. Kemudian, tahun ini ada sejumlah kegiatan lain seperti lomba foto Instagram, seminar tips dan trik pariwisata zaman kekinian dengan narasumber dari kalangan bloger serta Genpi.

“Tambahan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia pariwisata kepada generasi muda. Adapun, nanti juga akan ada lomba blog tentang pariwisata,” tutur Eko.

Sementara itu, seller dan buyer yang terlibat dalam BWI 5 di antaranya hotel, resort, travel agent, bus pariwisata dan pusat oleh-oleh.

“Rencananya buyer yang akan ikut serta sebanyak 400, sedangkan seller ada 100. Buyer tidak hanya datang dari Jawa Tengah saja, tapi juga dari Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Malaysia, bahkan Korea,” kata Ketua DPD ASPPI, Robertus Wahyu. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.