Buron Otak Pelaku Perampokan Berpistol  Rp 563:Juta  Dibekuk

Todong – Frans,salah satu pelaku menodongkan pistol ke arah korban Teguh yang membawa uang ratusan juta rupiah.(tya)

SEMARANG, METROJATENG.COM- Otak pelaku perampokan berpistol disettai kekerasan senilai  Rp 563 juta di depan kantor distributor LPG, jalan Krakatau, Barito Semarang, Senin(25/1) dinihari dibekuk setelah buron selama sepekan.

Susanto(39) sebagai ‘orang dalam’ perusahan itu diringkus di dekat SPBU Ketileng Semarang menyusul lima orang rekannya yang dibekuk dalam waktu dan tempat terpisah di Ungaran dan Cimahi(Jabar).

Mereka yang dibekuk di Cimahi berjumlah empat orang,sebagai eksekutor dalam perjalanan naik mobil rental. Keempat pelaku, semua asal Lampung mengalami luka temba  dibagian kaki. Mereka Rahmad (52), Vidi Kondian(21), Fran Panjaitan(43),Maftufi(26).  Seorang lagi tersangka Moch Agus Irawan(41) asal Sidoarjo warga jalan Muria Tengah III Bandarjo,Ungaran.Tersangka terakhir itu yang membuka usaha panti pijat dan kafe kopi, sebagai penghubung antara otak perampok Susanto dengan empat eksekutor yang saat beraksi berboncengan dua motor.

“Saya tidak ikut langsung merampok,tapi hanya sebagai penghubung. Yang mempunyai niat merampok rekan saya Susanto dan saya atas niat Susanto itu menghubungi tersangka Frans, bekas karyawan saya di panti pijat”, aku Irawan di sela sela reka ulang, Senin(25/1) pagi di lokasi perampokan depan kantor distribusi LPG PT Trical Langgeng Jaya di Jalan Krakatau VIII , Barito Semarang, Semarang.

Kasat Serse Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana yang memimpin rekonstruksi menjelaskan ,  rekan ulang itu ada 30 adegan mulai dari perencanaan, waktu perampokan dan otak perampok Susanto, sebagai orang dalam berlagak tidak tahu menahu, lalu atas ajakan rekan se kantor berlagak membantu turut mengejar empat perampok berboncengan dua motor.

‘ Ono opo ono opo( ada apa ada apa ?)”, ucap Susanto yang mengendarai motor baru datang kepada rekannya. Saat itu, suasana di depan kantor distributor LPG, usai terjadi perampokan memang cukup ramai. . Karena saat itu masih duduk di atas sadel, ia lalu diajak rekannya yang membonceng motor turut mengejar. Motor Susanto melaju lewat jalan Barito ke arah motor komplotan pelaku ke Utara.Namun, ia yang berlagak pilon selang beberapa puluh menit dengan tangan hampa kembali lagi ke kantor.

Susanto, bekerja sebagai sopir truk kantor distributor LPG mengaku rencana aksi perampokan dilakukan sehari sebelum pelaksanaan Senin(18/1) pagi. Rencana berlangsung di kafe milik Irawan di kompleks Bumi Semarang Damai(BSD) Mijen Semarang. Ia, yang mengetahui persis kondisi kantornya, termasuk waktu kapan rekannya bagian penagihan Teguh membawa uang banyak disampaika kepada rekan rekannya, terutama Frans yang kenal baik dengan Irawan. Bahkan, Susanto menyebutkan  teguh  yang biasa membawa uang banyak selalu menjaga keamanan dengan membawa pistol.

Sehingga atas informasi itu membuat Frans saat beraksi sambil menodongkan pistol merebut tas cangklong berisi uang ratusan juta juga dihinggapi rasa khawatir bila korban saat berhadapan mengeluarkan tembakan. Ternyata Teguh tidak membawa senpi dan Frans Cs leluasa mbawa kabur uang hasil rampasan..

Setelah berhasil merebut tas berisi uang ratusan juta , mereka langsung kabur, salah satu diantara mereka sebelum belok ke arah jalan Barito mengeluarkan tembakan ke arah langit seolah sebagai peringatan agar masyarakat tidak nekad mengejar.

Susanto mengakui ia bersama Irawan yang menghubungkan dengan kelompok Lampung mendapat bagian sama Rp 90 juta. Sejumlah uang itu diambil bersama Susanto sore harinya di depan Setasiun Tugu Yogyakarta..

“Saya sore hari setelah aksi perampokan bersama Susanto naik mobil pergi ke Yogya menemui Frans dan teman temannya. Janjian di depan Setasiun KA Tugu. Saya mendapat bagian Rp 90 juta masih utuh hingga saya ditangkap”,aku Irawan. Sementara Susanto, yang juga mendapat bagian Rp 90 juta tinggal Rp 60 an juta. Lainnya,selama DPO untuk senang senang di tempat persembunyian di hotel kawasan wisata berhawa dingin Bandungan. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.