Bupati Kebumen Nonaktif Legawa Vonis Empat Tahun Penjara dan Pencabutan Hak Politik

Bupati Kebumen Nonaktif terbukti menerima suap Rp 12 miliar.

SEMARANG- Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang mencabut hak politik Bupati Kebumen nonaktif, Muhammad Yahya Fuad, lantaran terbukti menerima suap mencapai Rp 12 miliar dalam kasus proyek APBD 2016.

Bupati Kebumen Nonaktif, Yahya Fuad usai menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/10/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Fakta tersebut terkuak dalam sidang kasus Yahya Fuad dijatuhi. Selain itu, Hakim memvonis terdakwa selama empat tahun penjara dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/10/2018).

“Menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama tiga bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Antonius Widjantono saat membacakan amar putusan.

Ia menyatakan Yahya Fuad dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan jaksa KPK.

Pihaknya menyebut bahwa Yahya Fuad melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah ke dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tipikor jucnto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Atas putusan tersebut, Yahya Fuad legawa atas vonis yang dijatuhi majelis hakim. “Saya menerima putusan yang mulia,” katanya usai sidang. (far)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.