Bupati dan Kepala Satpol PP Kudus Digugat Pengusaha Karaoke

ilustrasi
?

 
KUDUS – Bupati dan Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus, digugat pengusaha karaoke lantaran menghapus usaha karaoke dalam perda. Gugatan dilayangkan di Pengadilan Negeri Kudus, dengan penggugat atas nama Asosiasi Pengusaha Restoran,dan Hiburan Karaoke Kudus (Asprehikas), 

Kuasa Hukum Asprehikas Djarot Wijayanto menyampaikan, adanya Perda 10/2015 yang melarang usaha karaoke di Kudus mematikan usaha kliennya. Sejumlah usaha karaoke yang ada di Kudus saat ini terancam gulung tikar.

“Selain itu, ratusan bahkan ribuan pekerja yang menggantungkan hidup di usaha ini terancam tak bisa bekerja. Itu alasan kenapa Asprehikas menggugat Bupati dan Satpol PP,” ujar Djarot, Jumat (11/11/2016).

Pada sidang gugatan pertama, Kamis 10 November 2016, Djarot melanjutkan, Asprehikas memohon kepada majelis hakim untuk menjadikan Perda 10/2015 menjadi status quo atau tidak bisa dijalankan terlebih dulu. Upaya tersebut dilakukan sampai perkara gugatan perdata ini bisa mendapatkan putusan hukum yang tetap.

“Putusan sidang pertama kemarin pihak penggugat dan tergugat untuk melakukan mediasi,” kata Djarot.

Terpisah, anggota Komisi A DPRD Kudus, Nur Khabsyin menilai gugatan pengusaha karaoke tersebut dinilai sudah tidak relevan. Dia meyakini gugatan tersebut akan ditolak oleh pengadilan.

”Perda 10/2015 sudah diuji materiil di MA dan sudah mendapat putusan hukum tetap. Artinya, gugatan yang diajukan pengusaha karaoke saat ini sudah tidak relevan,” tandas Khabsyin.

Untuk itu, Khabsyin meminta Pemkab Kudus dalam hal ini Satpol PP tidak ragu untuk terus menjalankan amanat perda tersebut sebagaimana mestinya.

”Penegakan hukum atas perda tersebut harus tetap dilakukan. Kami minta, Satpol PP tak usah ragu,” pungkas Khabsyin. (Oby)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.