Bulog Targetkan 18.000 RPK di Jateng

RPK merupakan program Bulog yang dibentuk dalam rangka menstabilkan harga pangan dan mengembangkan distribusi produk.

SEMARANG – Bulog Kanwil Jawa Tengah menargetkan dapat menambah jaringan outlet Rumah Pangan Kita (RPK) hingga 18.000 pada tahun 2019 ini. Upaya itu dilakukan untuk memperluas pemasaran produk Bulog.

Kepala Bulog Kanwil Jateng, Taufan Akib didampingi General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian meninjau outlet bersama RPK dan LPG non subsidi di Koperasi Usaha Migas Semarang, Jumat (16/8/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Kepala Bulog Kanwil Jateng, Taufan Akib mengatakan, saat ini di Jawa Tengah terdapat 11.890 outlet RPK. Jumlah tersebut terus bertambah, dan ditargetkan mampu menembus 18.000 outlet RPK hingga akhir tahun ini.

“Dengan semakin banyaknya outlet RPK, harapan kami produk Bulog dapat dikenal masyarakat. Tidak hanya beras, tapi ada juga minyak goreng, tepung terigu, gula, hingga daging sapi/kerbau,” ungkapnya di sela Penandatangan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan RPK melalui outlet LPG non subsidi dengan Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Jumat (16/8/2019).

Seperti diketahui, RPK merupakan program Bulog yang dibentuk dalam rangka menstabilkan harga pangan dan mengembangkan distribusi produk. Adapun pada kesempatan tersebut, Bulog bersama Pertamina menjalin kerja sama untuk memasarkan produk bersama.

“Kami melakukan sinergi dengan Pertamina MOR IV Jateng-DIY terkait pengembangan jaringan RPK melalui outlet LPG non subsidi. Adapun kesepakatannya, kami bekerja sama guna memanfaatkan kemampuan masing-masing dalam melaksanakan, mengembangkan dan meningkatkan bidang usaha,” tuturnya.

Diketahui, melalui kerja sama tersebut, seluruh RPK binaan Bulog selanjutnya dapat menjual produk komersial Pertamina, utamanya tabung gas LPG non subsidi. Begitupun sebaliknya, agen dan outlet LPG Pertamina akan menjual produk Bulog.

Taufan menjelaskan, pihaknya membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin menjadi Sahabat RPK dan outlet LPG. Adapun caranya harus memenuhi syarat aktif sebagai Sahabat RPK dan rutin melakukan repeat order minimal dalam 3 (tiga) bulan terakhir. Selain itu, memiliki toko/outlet untuk mendisplay gas LPG non subsidi.

“Syarat lainnya, selama bergabung menjadi Sahabat RPK tidak pernah melakukan wanprestasi, dan selanjutnya direkomendasikan secara tertulis oleh Perum Bulog Subdivre setempat,” jelasnya.

Terkait dengan harga produk yang diberikan Bulog kepada outlet LPG adalah harga yang ditetapkan Perum Bulog Kantor Pusat. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.