Buku Ajar Sebut NU ‘Organisasi Radikal’, Gus Yusuf: Minta Maaf Saja Tak Cukup

Dengan terbitnya buku itu, berdampak pada anak-anak didik sekolah dasar yang masih murni.

MAGELANG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus lebih berhati-hati dan lebih selektif dalam menerbitkan buku ajar untuk siswa-siswi Sekolah dasar. Kemendikbud tidak cukup hanya menarik dan meminta maaf terkait buku ajar SD yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi radikal.

KH Yusuf Chudlori saat soft launching RS Syubanul Waton. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Minta maaf dan menarik buku itu belum cukup. Kedepan menjadi catatan tebal bagi Kemendikbud untuk betul-betul selektif dalam menerbitkan buku pelajaran anak didik,” tegas pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Kabupaten Magelang, KH Muhamamd Yusuf Chudlori, Kamis (7/2/2019).

Gus Yusuf, sapaan akrabnya mengaku  sudah merasa bersyukur karena perkembangan terakhir, Kemendikbud sudah bersedia menarik buku tersebut. Namun Kemendikbud tetap harus selektif, muatan mana yang membahayakan persatuan Indonesia.

Adanya buku ajar yang menyebutkan NU radikal, menjadi bukti kalau Kemendikbud lalai. Dengan terbitnya buku itu, berdampak pada anak-anak didik sekolah dasar yang masih murni.

Menurutnya, buku itu menjadi bukti  pemutarbalikan sejarah, dimana NU yang selama ini ikut mendirikan negara RI, garda terdepan menjaga kebinekaan, menjaga kesejukan dan NU yang ramah, tiba-tiba ditulis merupakan organisasi radikal. “Untuk anak didik, pasti akan dicerna mentah-mentah dan itu berbahaya,” ujarnya.

Sebab akhirnya anak didik tidak percaya pada organisasi yang betul-betul melahirkan Republik Indonesia. Justru mereka akan larut pada organisasi baru yang tidak jelas NKRI nya.

Seperti diberitakan, para orang tua murid di MI Sulamuddiniyah Mojowarno Jombang Jawa Timur, protes atas terbitnya buku pelajaran untuk kelas V Sekolah Dasar (SD). Buku berjudul Peristiwa Dalam Kehidupan ini menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ‘organisasi radikal’ yang sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Buku dengan sampul gambar anak-anak ini diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2017. Di bawah judul buku  tertulis Tema 7 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013.(MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.