BSN Jemput Bola Kenalkan Produk Berkualitas ke Konsumen

IQE 2019 diadakan sebagai ajang bagi para pemangku kepentingan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian untuk bertukar informasi.

SEMARANG – Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan jemput bola untuk mengenalkan produk berkualitas yang dijamin Standar Nasional Indonesia (SNI) ke konsumen. Upaya itu diaplikasikan melalui acara Indonesia Quality Expo (IQE) 2019 di Java Supermall Semarang, 11-14 Oktober 2019.

Kepala BSN, Bambang Prasetya didampingi Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Muntohar mengunjungi stan peserta Indonesia Quality Expo (IQE) 2019 di Java Supermall Semarang, Sabtu (12/10/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Kegiatan itu dilakukan bersamaan dengan rangkaian acara Bulan Mutu Nasional 2019. Kepala BSN, Bambang Prasetya mengatakan, penyelenggaraan IQE 2019 ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kali ini kami selenggarakan di mal agar antara produsen dan konsumen bisa langsung berinteraksi. Dengan begini ada edukasi bahwa ada lho barang atau produk yang dijamin keamanan dan mutunya melalui SNI,” ungkapnya di sela mengunjungi stan peserta IQE 2019, Sabtu (12/10/2019).

Kegiatan ekshibisi ini bagi pengusaha atau produsen juga bermanfaat, karena langsung mengetahui selera pasar melalui pengunjung yang datang. “Jadi memang harus seimbang, jadi sama-sama tahu apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk dan tahu seperti apa produk yang berkualitas,” tutur Bambang.

Sedangkan, bagi yang sedang rencana membuka usaha dan ingin tahu bagaimana produk bisa berdaya saing juga dapat belajar di IQE 2019. “Karena mumpung ada lembaga sertifikasi, sehingga forum ini sangat bagus untuk mempertemukan berbagai komponen yang hendak bekerja sama terkait standarisasi,” katanya.

IQE 2019 diadakan sebagai ajang bagi para pemangku kepentingan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian untuk bertukar informasi, berpromosi, maupun berdiskusi menetapkan strategi standardisasi dalam menghadapi perdagangan bebas. Ada 23 organisasi, dengan menempati total 74 booth pameran. Para peserta pameran terdiri dari industri, lembaga penilaian kesesuaian, pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Bambang berharap, melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar kalau membeli barang memilih yang terjamin mutunya dan keselamatannya.

“Jangan asal beli barang murah dan tidak aman kemudian kecewa belakangan. Kemudian, bagi pengusaha yang ingin ekspor bisa lebih kuat karena dijamin standarisasi tersebut,” tuturnya.

Diketahui, sejauh ini budaya ber-SNI juga meningkat terus, sejak dari yang dulu cuma mengenal helm SNI sekarang banyak produk sudah dijamin SNI dan jumlahnya mencapai lebih dari 10.000. Sedangkan sampai dengan bulan September, terdapat 221 industri penerap SNI di Jawa Tengah. Mulai dari industri produk elektrik dan elektronika, makanan dan air mineral, mainan anak, pakaian bayi, baja, batik, dan sebagainya.

Untuk terus membangun kesadaran masyarakat terkait sistem standardisasi, BSN juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Muntohar mengatakan, era sekarang baik pengusaha dan konsumen harus sadar ber-SNI agar bisa memenuhi kebutuhan produk yang bermutu.

“Kami terus melakukan sosialisasi, terutama bagi usaha rintisan atau startup. Sebab, sekarang ini standarisasi dan sertifikasi jadi kebutuhan bagi semua,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.