BPJS Ketenagakerjaan Nilai Perusahaan Belum Maksimal Lindungi Pekerja

Baru 66 persen dari 66.339 perusahaan di Jateng-DIY yang patuh dalam memberikan hak perlindungan jaminan sosial.

SEMARANG- Tingkat kepatuhan perusahaan dalam melindungi para tenaga kerja dengan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Tengah dan DIY baru mencapai 66 persen.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Ilyas Lubis memberikan penghargaan Platinum Award kepada perusahaan yang patuh di acara Platinum Gathering BPJS
Ketenagakerjaan Jateng-DIY di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (13/12/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Ilyas Lubis mengatakan, baru 66 persen dari 66.339 perusahaan di Jateng-DIY yang patuh dalam memberikan hak perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada karyawannya.

“Melihat angka tersebut, bukan berarti perusahaan lainnya tidak patuh. Namun, perusahaan yang belum patuh perlu didorong agar lebih patuh,” ungkapnya pada acara Platinum Gathering BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (13/12/2018).

Adapun, untuk mendorong tingkat kepatuhan perusahaan BPJS Ketenagakerjaan memberikan apresiasi penghargaan Platinum Award kepada perusahaan yang telah bekerja sama
dengan baik dan memenuhi kriteria kepatuhan. Upaya itu juga dilakukan sebagai stimulus untuk perusahaan lainnya.

“Kami berikan apresiasi bagi perusahaan yang telah membantu negara menyosialisasikan dan menerapkan program-program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada tenaga kerjanya. Sebab, tindakan mereka turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

BPJS Ketenagakerjaan menilai perusahaan dengan kategori patuh sehingga layak mendapat Platinum Award itu dari beberapa aspek di antaranya, perusahaan melindungi tenaga kerja dalam jumlah besar (minimal 500 pekerja).

Kemudian, perusahaan memberikan perlindungan lengkap kepada pekerja (Jaminan Kecelakaan Kerja, Kematian, Hari Tua, Pensiun), membayar iuran tepat waktu setiap tanggal 15 hari berikutnya, sudah menggunakan layanan digital BPJS Ketenagakerjaan, dan sudah menggunakan sistem informasi pelaporan perusahaan (SIPP).

“Kami melakukan seleksi kepada semua perusahaan yang jadi peserta aktif di 12 kantor cabang, 23 kantor cabang perintis dan pembantu di Jawa Tengah dan DIY,” Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY, Moch Triyono.

Akhirnya, terpilih 50 perusahaan dan tiga perusahaan terbaik kategori Platinum yang pantas mendapatkan penghargaan. Adapun, ketiga perusahaan tersebut antara lain, Yeong Heung Mega Sari (Tegal), Hwa Seung Indonesia (Kudus), dan Teknik Umum Jaya Pratama (Semarang).

Pihaknya juga memberikan penghargaan kepada yang menerapkan program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Tenaga Rentan (GN Lingkaran). Terdiri atas PT Urip Sugiharto (Pekalongan), Sung Chang Indonesia, dan Pertamina PLBCC Cilacap.

“Perusahaan tersebut telah membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja mandiri yang tidak mampu,” jelasnya.

Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono menyampaikan, memang sudah seharusnya tenaga kerja mendapatkan pelindungan. Sebab mereka sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin
haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya.

“Program yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan ini sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan. Terkait hal tersebut, disinilah kami mengimbau kepada perusahaan untuk tetap patuh dan tertib dengan peraturan perundangan yang berlaku untuk mengikut sertakan para tenaga kerjanya menjadi peserta,” katanya. (ang)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.