BPJS Kesehatan Klaim Masyarakat Mulai Terbiasa Rujukan Online

Pelayanan yang menumpuk di RS kelas A dan kelas B bergeser ke RS kelas C dan kelas D.

SEMARANG- Hasil uji coba penerapan digitalisasi rujukan atau rujukan online dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dievaluasi.

Loket BPJS Kesehatan di RS Elisabeth Semarang, Rabu (26/9/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Selama uji coba dua bulan BPJS Kesehatan menerima banyak masukan konstrukstif dari fasilitas kesehatan, pemerintah, peserta maupun pemangku kepentingan lainnya terhadap beberapa kondisi kasuistik yang menjadi tantangan di lapangan.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief mengatakan, banyak hal yang pihaknya peroleh sepanjang masa uji coba sejak 15 Agustus 2018-31 Oktober 2018. Masyarakat dan utamanya fasilitas kesehatan sudah mulai terbiasa dengan sistem rujukan online.

“Kami minta fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan aplikasi PCare. Selain itu, fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) melengkapi dan memperbaharui data kompetensi dan sarana,” katanya, Sabtu (3/11/2018).

Dari evaluasi hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem aplikasi online yang selama ini digunakan seperti P-Care di FKTP dan Vclaim FKRTL berjalan dengan baik. FKTP juga semakin mudah dalam menentukan tujuan rujukan, karena informasi jadwal praktik dokter spesialis/subspesialis terdapat tanggal pilihan berkunjung ke FKRTL.

“Hasil lain yang cukup memberikan dampak adalah terjadi pergeseran proporsi pelayanan yang biasanya menumpuk di rumah sakit kelas A dan kelas B, kini bergeser ke rumah sakit kelas C dan kelas D,” tuturnya.

Kendati demikian, pada hasil uji coba tersebut juga tidak menutup ada sejumlah hal yang harus dibenahi bersama. Misalnya, terjadi penumpukkan antrean pada beberapa rumah sakit kelas C dan D, akibat masih ada rumah sakit yang tidak sesuai dalam memasukkan jadwal praktek dan kapasitas. Selain itu, masih ada ketidaksesuaian mapping fasilitas kesehatan. Keluhan peserta pun muncul karena harus berpindah rumah sakit.

Menyikapi tantangan tersebut, selanjutnya akan dilakukan evaluasi nasional uji coba rujukan online dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Kesehatan, ADINKES, PERSI, ARSADA, ARSSI, ASKLIN, PB IDI, YLKI dan stakeholder lainnya di awal November 2018 mendatang. Sistem rujukan online memasuki fase transisi dan evaluasi yang direncanakan dilakukan selama satu bulan. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.