BPJS Kesehatan Jateng-DIY Dapat Dana Segar Rp 940 miliar

Dana itu digunakan untuk membayar tunggakan klaim ke sejumlah rumah sakit di Jateng-DIY.

SEMARNG- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jawa Tengah dan Yogyakarta telah mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 940 miliar untuk digunakan membayar tunggakan klaim ke sejumlah rumah sakit.

Loket BPJS Kesehatan di RS Elisabeth Semarang, Rabu (26/9/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jateng dan Yogyakarta, Aris Jatmiko mengatakan, suntikan dana sebesar itu digelontorkan dari Kemenkeu untuk dana tambahan pembayaran tunggakan klaim.

“Sudah dikirim oleh Kemenkeu minggu lalu. Dapatnya Rp 940 miliar dari kementerian Keuangan. Ini dipakai agar casflow dari rumah sakit dapat berjalan lancar,” ungkap Aris, saat menggelar dialog bersama Prime topic Trijaya, di Hotel Noormans, Jalan Sultan Agung Semarang, Senin (1/10/2018).

Ia menyatakan keterlambatan pembayaran tunggakan maksimal selama 15 hari. Untuk mengatasi tunggakan di rumah sakit, ia juga memakai dana talangan dengan bersinergi bersama bank-bank setempat.

“Karena kami juga sudah dikenai denda. Solusinya menjalin kerjasama dengan bank swasta maupun BUMN. Jadi setiap rumah sakit bisa meminjam dana talangan ke sana dengan bunga terjangkau,” tuturnya.

Wujud kerjasama itu, ujarnya sudah terjalin antara BPJS Kesehatan dengan pihak Bank BPD Jateng. Ia mengaku optimistis dengan skema dana talangan itu nantinya mampu memperbaiki pelayanan medis kepada masyarakat luas.

Lebih jauh lagi, ia mengungkapkan dari puluhan juta penduduk di Jawa Tengah, kini masih terdapat 8 juta jiwa yang belum tersentuh layanan BPJS. Ia mendorong 13 kabupaten/kota di Jateng untuk menggenjot kepesertaan JKN agar dapat mencapai 95 persen pada tahun depan.

“Saya yakin target tersebut tercapai bila antara kami dengan Pemprov Jateng, DPRD kabupaten/kota bersatu dalam mewujudkan layanan bagi warga miskin,” pungkasnya.

RSUD Soewondo

Pada kesempatan terpisah, Humas RSUD dr Soewondo Kendal, dr Wibowo mengatakan, untuk piutang dari BPJS Kesehatan, pihaknya sudah menerima  pembayaran melalui Bank Jateng tanggal 26 September 2018, kliring yang diterima bulan Mei sebesar Rp 6,8 miliar.

“Sedangkan untuk bulan Juni sebesar Rp 7,4 miliar masih dalam verifikasi,” katanya.

Wibowo menambahkan, terkait dengan pelayanan, karena menyangkut visi misi RSUD, maka tidak ada perubahan atau perbedaan pelayanan antara pasien BPJS dan umum. (far/MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.