BPJS Kesehatan Beri Perhatian Lebih Bagi Penderita Hipertensi dan Diabetes Saat Covid 19

 

 

 

SEMARANG – Pandemi Covid 19 ini tentunya membawa banyak perubahan kebiasaan masyarakat antara lain adanya kewajiban penggunaan masker dan menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain, kebiasaan cuci tangan memakai sabun dan juga kebersihan lingkungan sekitar. Hal-hal semacam ini akan terus menjadi kebiasaan baik yang wajib dilakukan, karena menyangkut kesehatan diri kita sendiri dan juga kesehatan orang lain. Hal inipun pastinya juga telah dilakukan oleh tenaga medis dan paramedis ketika melayani pasien.

 

Mengingat tingginya angka kejadian penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus di Indonesia, di era pandemi Covid 19 saat ini kita perlu memberikan perhatian lebih terhadap pasien dengan Hipertensi dan Diabetes Mellitus. Momen peringatan Hari Hipertensi Sedunia pada tanggal 17 Mei 2020 diharapkan lebih meningkatkan perhatian kita bersama dalam penanganan penyakit Hipertensi. Untuk itu BPJS Kesehatan Cabang Semarang memandang perlu untuk menyelenggarakan Updating Tatalaksana Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi pada Masa Pandemi Covid 19 bagi dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam kegiatan Mentoring Spesialis.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua IDI Kota Semarang dr. Elang Sumambar dan Sekretaris IDI Kota Semarang dr. Sigid Kirana Lintang Bima melalui Webinar kepada FKTP mitra BPJS Kesehatan Cabang Semarang.

 

Dr. Sigid Kirana mengungkapkan bahwa Indonesia sendiri sebelumya telah mengalami 2 kali pandemi yaitu flu Spanyol pada tahun 1918 dan wabah pes terjadi selama 15 sampai dengan 20 tahun dengan kematian sebanyak 250.000 jiwa di Indonesia. Namun perlu diketahui, pandemi Covid 19 ini mirip dengan flu Spanyol hanya terjadi 2 tahun namun jumlah kematian di Indonesia sendiri mencapai 1,5 juta kematian yang dilaporkan sedangkan didunia mencapai 50- 100 juta kematian. Sehingga sebagai dokter pemberi pelayanan kesehatan wajib tanggap dengan munculnya pandemi Covid 19 ini.

 

Pada mentoring spesialis kesempatan ini telah dipaparkan manajemen penanganan penyakit Hipertensi dan Diabetes saat pandemi Covid 19 di FKTP agar dokter FKTP bisa menyesuaikan diri dalam mengelola pasien.

Seperti yang telah diketahui bahwa penderita Hipertensi dan Diabetes Melitus termasuk orang dengan risiko tinggi terpapar Covid 19 sehingga daya tahan tubuh orang tersebut wajib dijaga.

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi Semarang sekaligus anggota IDI Kota Semarang Ayudyah Suryani mengatakan terdapat 2 golongan risiko sangat tinggi dan resiko tinggi terpapar Covid 19.

 

Untuk golongan Risiko sangat tinggi antara lain lansia diatas 70 tahun, telah melakukan transplantasi organ, pasien kanker, pasien imunoterapi, transplantasi sumsum atau stemcell selama 6 bulan dan masih mendapatkan obat-obatan imunosupresan, pasien dengan respirasi berat, dan penderita jantung berat atau hamil.

 

Sedangkan golongan Risiko Tinggi meliputi lansia 60 tahun, kondisi paru yang tidak terlalu berat, gangguan jantung hipertensi dan diabetes mellitus, obesitas, kanker dengan kondisi imunosupresi, gangguan syaraf.

 

“Dapat kita garis bawahi bahwa Hipertensi, Diabetes dan Obesitas termasuk dalam kelompok risiko tinggi, mengingat beberapa laporan disebutkan bahwa pasien Covid 19 yang mengalami komorbid Hipertensi berkembang mengalami kondisi yang berat bahkan beberapa membutuhkan ventilator support di Cina diungkapkan sebanyak 20-30% kasus, dan perlu diketahui dengan adanya faktor Hipertensi dan Diabetes ini tidak menyerang pada kelompok usia tertentu” ucap Ayudyah Suryani.

 

BPJS kesehatan sebelumnya telah mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis yang merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan promotif preventif, kuratif serta rehabilitatif bagi penderita penyakit kronis di FKTP. Peserta dengan penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus akan dikelola dalam Program Prolanis agar status kesehatannya terkendali.

Selama pandemi Covid 19 ini, BPJS Kesehatan juga responsif untuk melakukan gerakan physical distancing. FKTP mitra BPJS Kesehatan Cabang Semarang dihimbau untuk mengoptimalkan sistem antrean elektronik serta pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN untuk melakukan komunikasi dan konsultasi dengan peserta. Selain itu FKTP juga bisa memberikan pelayanan via telepon/ WhatsApp/ Telegram/Aplikasi Telekonsultasi lainnya. Untuk itu, seluruh FKTP diminta untuk mencantumkan dan membagikan nomor telepon dokternya untuk memudahkan pasien yang ingin konsultasi melalui telepon.

 

“Untuk pelayanan obat bagi pasien penyakit kronis sekaligus juga sebagai peserta Program Rujuk Balik (PRB) guna meminimalisir kontak pasien dengan dokter dan petugas Apotek, dokter FKTP akan menuliskan resep seperti biasa dan mengirimkan foto resep tersebut melalui Whatsapp kepada Petugas Apotek. Selanjutnya obat dapat dikirimkan oleh kurir Apotek maupun melalui jasa pengiriman pihak ketiga (grab/gojek)” tutur Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Asri Wulandari.(ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.