BPBD Banjarnegara Peringatkan Warga Terkait Rekahan 150 Meter

Mereka yang tinggal di titik rekahan tanah supaya berhati-hati dan harus mengungsi jika ada hujan lebat selama tiga jam

BANJARNEGARA- Empat warga RT 1/RW 3, Desa Danareja, Kabupaten Banjarnegara diminta segera bersiap mengungsi ke tempat yang aman menyusul munculnya rekahan tanah yang
menjalar sejauh 150 meter di kampungnya.

TNI dan BPBD Kabupaten Kudus berusaha membersihkan material longsor di Dukuh Kembangan, Kudus, Rabu (11/2). Foto Metrojateng

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengungkapkan, rekahan tanah yang ada di sana timbul dengan patahan-patahan di beberapa
titik.

“Mengingat kondisinya yang membahayakan keselamatan warga setempat, kami sudah meminta kepada mereka yang tinggal di titik rekahan tanah supaya berhati-hati dan harus mengungsi jika ada hujan lebat selama tiga jam yang mengguyur desa tersebut,” kata Andri saat dihubungi metrojateng.com, Selasa (6/11/2018).

Andri mengatakan rekahan tanah di Danareja berpotensi menimbulkan longsor. Sebab, kedalaman rekahan mencapai 1 meter hingga 3 meter.

Ia mengingatkan warga setempat untuk menutupi rekahan tanah dengan pasir dan batu. Tujuannya untuk menghindari munculnya lubang yang lebih dalam.

“Biar dalamnya enggak growong dan memicu longsoran tanah, maka warga diimbau untuk bergotong royong menutupi retakan tanah dengan pasir supaya kondisinya tidak melebar,” terangnya.

Saat ini ia berharap tim LIPI turun ke lapangan untuk menyelidiki penyebab teknis rekahan tanah yang muncul di sana. Ia sudah berkirim surat elektronik ke kantor LIPI di Bandung supaya permintaan tersebut direspon dengan cepat.

“Selama ini kan mereka baru sebatas memprediksi kondisi alam saja. Nah, sebaiknya mereka meneliti ke Desa Danareja. Siapa tahu bisa disiati dengan kajian teknis agar
warga tidak panik seperti saat ini,” ujar Andri. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.