BNPT Gembleng Dosen Agama Tekan Radikalisme

Kita tidak hanya melakukan pendekatan pada yang sudah terpapar ideoologi radikal saja.

SEMARANG- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membekali para dosen agama di perguruan tinggi swasta maupun negeri untuk penguatan nilai kebangsaan.

Ilustrasi mahasiswa. Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta siap diberangkatkan untuk mengikuti Ekpedisi Papua Terang yang diselenggarakan PLN. Foto: istimewa

Deputi Pencegahan BNPT, Brigjen Hamli mengatakan upaya yang dilakukan saat ini yakni dengan menyambangi hampir semua universias negeri maupun swasta yang ada di pelosok Indonesia.

Hamli mengaku dengan berbagai kegiatan seminar-seminar dan workshop pelatihan bagi guru dan dosen, nantinya bisa menekan sikap radikal pada diri mereka.

“Dan dalam waktu dekat kita beri pelatihan buat dosen agama untuk memperkuat wawasan kebangsaan,” kata Hamli kepada metrojateng.com, usai seminar nasional bersama Undip di Hotel Santika, Jalan Pandanaran Semarang, Senin (8/10/2018).

Ia menyatakan saat ini telah merangkul Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan para dosen tersebut.

Ia berharap dosen agama mampu menjadi garda terdepan dalam membentengi mahasiswa dari gerakan radikalisme yang ada saat ini.

“Kita tidak hanya melakukan pendekatan pada yang sudah terpapar ideoologi radikal saja. Tetapi yang belum terpapar kita rangkul juga melalui tindakan kontra narasi,” tuturnya.

Tak cuma itu saja, katanya, para tokoh agama mulai ulama dan para pastor sampai pendeta juga diminta bergerak untuk mengatasi kegiatan-kegiatan berbau radikal yang berkembang di tengah masyarakat. Pelibatan mereka diperlukan mengingat selama ini dikenal punya jiwa nasionalisme tinggi.

“Ulama maupun pastor merupakan tokoh yang berkaitan dengan kebhinekaan dan kebangsaan,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.