BNNP Jateng Hancurkan 2,1 Kilogram Sabu-sabu

Barang ini telah diuji dan dipastikan barang tersebut mengandung Methamphetamine. Hanya beberapa gram disisakan.

SEMARANG- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperoleh incinerator atau alat pembakar barang yang digunakan menghancurkan barang bukti narkotika.

Petugas memasukkan sabu-sabu ke dalam incinerator di kantor BNNP Jaeng, Jalan Madukoro, Semarang Barat, Kota Semarang, Senin (26/11/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

“Ini lebih efektif, dulu dilakukan secara manual. Sekarang sudah ada bantuan mesin dari pusat,” ujar Kepala BNNP Jateng, Muhammad Nur usai memusnahkan sabu seberat 2,1 kilogram hasil pengungkapan pengedar jaringan Solo di Kantornya, Jalan Madukara, Semarang, Senin (26/11/2018).

Muhammad Nur juga mengatakan, dengan alat tersebut petugas bisa memusnahkan barang bukti dengan lebih efektif dibandingkan cara manual yakni melaturkan dalam air lalu dibuang di penampungan tinja. Alat tersebut tidak hanya bisa dipakai oleh petugas BNN, melainkan juga bisa digunakan oleh penegak hukum lain.

BACA JUGA: Melawan Petugas, Bandar Sabu-sabu 2,1 kilogram Tewas

“Tidak hanya kami yang bisa menggunakannya, melainkan dari penegak hukum lain yang ingin menggunakan untuk memusnahkan bisa dipakai,” kata Muhammad Nur.

Sementara, dalam pemusnahan barang bukti sabu-sabu seberat 2,1 kilogram tersebut disaksikan langsung oleh petugas kejaksaan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Semarang.

“Barang ini telah diuji dan dipastikan barang tersebut mengandung Methamphetamine. Tidak semua dimusnahkan, ada beberapa gram yang disisihkan sebagai kebutuhan pembuktian dalam persidangan,” kata Muhammad Nur.

Sabu-sabu tersebut bermula dari penangkapan tersangka berinisial Ribut Hariyono (20) warga RT 3 RW 3, Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Awalnya Ribut berangkat ke Jakarta bersama tersangka lain bernama Yoga Prakosa alias Farhan berangkat ke Jakarta untuk mengambil sabu-sabu.

Usai memperoleh barang yang dimaksud Ribut kembali dengan menaiki bus sambil membawa paket sabu-sabu dari Jakarta. Namun pergerakannya terendus oleh Petugas BNNP Jateng dan ia diringkus di Terminal Mangkang, Semarang pada Kamis (1/11/2018).

Sedangkan Imam Yoga, ia diringkus di Bandara Adi Soemarmo saat mendarat dari Jakarta. Ia terpaksa ditembak mati lantaran berusaha melawan saat dibawa petugas untuk menunjukkan gudang penyimpanan sabu-sabu.

Jaringan Imam Yoga terbilang besar. Jaringannya rutin mendatangkan sabu-sabu sekitar 2-3 kilogram per bulan. Ia mendatangkan barang haram tersebut dari Jakarta dan Surabaya. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.