BKSDA Protes LIPI Soal Burung Maskot Jawa Tengah Tak Masuk Permen LHK

Kita sendiri memantau kepodang dulunya masih banyak. Sekarang sangat jarang ditemui.

SEMARANG- Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Jawa Tengah, Suharman melayangkan nota protes ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20 Tahun 2018.

Maskot Si Podang (burung Kepodang fauna identitas Jawa Tengah) digunakan untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2017 di Jawa Tengah. Foto: twitter Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng.

“Ilmuwan LIPI harus bertanggung jawab, karena tidak memasukan kepodang sebagai burung langka. Padahal, kepodang jadi fauna identitas atau maskot Provinsi Jawa Tengah,” kata dia kepada metrojateng.com, Selasa (21/8/2018).

Dia beralasan, nota protes terkait dengan adanya potensi kepunahan yang mungkin terjadi pada burung dengan nama Latin, Oriolus chinensis dan nama Inggris, Black-naped Oriole.

“Kita sendiri memantau kepodang dulunya masih banyak. Sekarang jarang ditemui. Ini sebabnya kepodang tidak masuk Permen LHK, sehingga membuat orang-orang berburu burung tersebut,” ungkapnya.

Burung kepodang yang menjadi maskot Provinsi Jawa Tengah yakni kepodang emas. Menurut organisasi internasional khusus konservasi sumber daya alam, IUCN, status konservasi burung kepodang tergolong risiko rendah (Least Concern) yang berarti tidak masuk ke dalam kategori terancam atau mendekati terancam punah.

Namun, Suharman bersikukuh agar ilmuan LIPI meriset ulang burung kepodang, karena sudah jarang ada di habitatnya.

“Kami mendorong LIPI memperbaiki databasenya supaya kepodang juga menjadi satwa yang dilindungi undang-undang,” tegasnya. (far)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.