Bisnis Properti Lesu di 2019

Dari realisasi penjualan sepanjang tahun ini kondisi bisnis properti masih belum stabil.

SEMARANG – Hingga akhir tahun 2019 bisnis properti mengalami kelesuan. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor salah satunya suhu politik.

Pengembang perumahan mengikuti pameran Property Expo Semarang 8 di Mal Paragon Semarang, 13-24 November 2019. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Wakil Ketua DPD REI Jawa Tengah, Dibya K Hidayat mengatakan, dari realisasi penjualan sepanjang tahun ini kondisi bisnis properti masih belum stabil.

“Hasil penjualan di setiap pameran untuk rumah komersial menengah atas masih naik turun,” ungkapnya pada acara Property Expo Semarang 8 di Mal Paragon Semarang.

Pengembang berharap, setelah Pemilu atau Pilpres suhu politik bisa dingin, tapi ternyata sampai saat ini tetap tidak berpengaruh pada penjualan properti.

Dibandingkan realisasi penjualan berdasarkan unit yang terjual, tahun lalu lebih baik daripada tahun ini. “Tahun lalu penjualan rumah dari awal hingga akhir tahun bisa mencapai 297 unit, tahun ini justru turun,” tutur Dibya.

Untuk menggenjot penjualan akhir tahun Property Expo Semarang 8 kembali digelar di Mal Paragon Semarang, 13-24 November 2019.

“Kami berharap penjualan akan meningkat seiring banyaknya permintaan konsumen dan diskon dari pengembang maupun perbankan pada akhir tahun. Adapun target kami transaksi bisa mencapai Rp 50 miliar,” tandasnya sekaligus ketua panitia pameran. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.