Biji Kopi Tak Hanya untuk Minuman, juga Bagus untuk Gelang Rosario dan Tasbih

Ia menyebut gelang yang terbuat dari biji kopi ini punya daya tarik. Semakin lama dipakai, aroma khas robusta akan menguar.

SEMARANG- Tanpa terpikirkan sebelumnya di benak Nesia Wijayanti, kegemarannya menyeruput secangkir kopi secara rutin kala pagi mengubah jalan hidupnya.

Nesia menunjukkan gelang dari biji kopi hasil kreasinya. Foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto

Nesia, 27 tahun, semula hanyalah seorang ibu rumah tangga. Namun, sejak setahun terakhir ia mulai tergerak menjadi seorang pengrajin dengan omzet pesanan ratusan gelang per bulan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Rumahnya yang berada di Jalan Borobudur Utara Raya Nomor 6, Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang pun hampir saban hari disibukan oleh aktivitasnya membuat ragam aksesoris wanita.

“Yang awalnya cuma suka ngopi-ngopi sama suami, kemudian saya terbesit kenapa tidak mencoba buat kerajinan dari biji kopi. Sebab setelah saya cari-cari referensi berbagai literatur, daya tahan biji kopi semakin lama setelah roasting,” katanya saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (29/8/2018).

Ia memilih memanfaatkan biji kopi robusta untuk dibuat menjadi untaian gelang. Menurutnya robusta tidak gampang pecah ketika diolah jadi kerajinan tangan.

Proses pembuatannya tergolong mudah. Mula-mula dia membeli satu kilogram biji kopi robusta kemudian masuk tahap roasting untuk mengeluarkan asam pada kopinya. Setelah dipastikan kering, ia lalu melubangi satu persatu biji kopi menggunakan mesin bor.

Ia bilang biji kopi yang telah dikeringkan punya keawetan yang cukup lama. Supaya kualitasnya terjaga, pada tiap bungkus gelang yang akan dikirim ke pelanggan, ia kerap menyisipkan plastik pengawet.

Tak butuh waktu lama selanjutnya biji-biji kopi tersebut dirangkai menggunakan benang hingga membentuk gelang. Agar lebih menarik, ia menambahkan manik-manik.

“Yang butuh waktu lama itu pas melubangi biji kopinya. Makanya, saya mengerjakannya mulai pukul 12 malam atau setelah anak saya tidur ,” katanya.

Ia menyebut gelang yang terbuat dari biji kopi ini punya daya tarik. Semakin lama dipakai, gelang itu mengeluarkan aroma khas robusta. “Sudah saya buktiin sendiri. Ketika menyerap keringat, aromanya semakin keluar,” ujarnya.

Ia kini rutin mengerjakan pesanan ratusan buah untuk dikirim ke sejumlah pelanggan di Semarang. Selain itu, kreasinya juga berupa anting, kalung, gelang rosario dan tasbih dari biji kopi.

Peminat gelang kopinya kebanyakan kalangan perempuan muda yang doyan fesyen. Harga sebuah gelang kopi berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 75 ribu. Dalam setiap bulan, ia menerima setiap bulan mencapai ratusan buah.

“Ada yang pesan lewat telepon. Juga instagram saya dengan akun molijoz_design,” tuturnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.