Bibit Waluyo: Jangan Kamuflase! Mau Pemilu Dekati Rakyat, Sesudah Pemilu Lupa

Bibit Waluyo, mantan Gubernur Jateng. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

 

MAGELANG – Mantan Gubernur Jateng periode 2008-2013, Bibit Waluyo berharap pelaksanaan pemilihan Gubernur mendatang dilakukan secara jujur, adil dan amanah. “Kita kan mau cari pemimpin, jadi pilihlah pemimpin yang benar-benar memiliki moralitas tinggi. Dengan moralitas tinggi, maka segala konsep, daya pikir, ide dan gagasan, semua hanya untuk rakyat,” kata Bibit.

Menurutnya, pemimpin Jawa Tengah harus memahami beberapa hal dengan baik. Ia memberi catatan, “NKRI ini, central gravity – nya ada di Jawa Tengah. Baik dilihat sisi ideologi, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan serta agama. Pemimpin Jawa Tengah harus memahami itu dengan baik,” ujar Bibit. Sehingga, lanjut Bibit, konsep pembangun yang akan dilakukan dapat ditiru wilayah lain di Indonesia.

Selasa (23/1) petugas KPU datang ke rumahnya bersama Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Bibit berpesan kepada tim KPU yang melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih ke rumahnya, agar menyiapkan segala sesuatu terkait pilkada dengan baik. Hal itu supaya warga Jawa Tengah mendapatkan pemimpin yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat.

Mesakke (kasihan) rakyat yang kecil-kecil itu kalau ada pemimpin yang tidak memberikan contoh tak baik. Mau Pemilu begini, mereka mendekati rakyat. Kalau sudah Pemilu, mereka sudah lupa. Jangan menjadi pemimpin yang kamuflase yang mendekati rakyat kalau mau Pilkada. Bangsa kita bangsa yang besar loh. Jadi seorang pemimpin itu yang teges dan ethes (cekatan). Kalau pemimpin tidak tegas dan cekatan, maka rakyat yang kesulitan,” tegasnya.

Ditemui di kediamannya, Kampung Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Bibit enggan menilai dua pasangan calon kepala daerah Provinsi Jawa Tengah yang sudah mendaftarkan diri ke KPU. Ia hanya berujar bahwa, jika sudah menjadi pilihan dari sekitar 35-40 juta pemilih di Jateng, maka calon itu merupakan yang terbaik. “Nah, siapa itu yang terbaik? Nanti rakyat yang akan memilih. Baru bisa diketahui setelah Pemilu,” kata mantan Pangdam IV Diponegoro ini.

Bibit mengaku tidak mengenal secara pribadi sosok bakal calon yang akan maju di pilgub. Yang ia tahu, satu calon merupakan bekas mentri dan satu lagi masih jadi gubernur. “Semua rakyat Jawa Tengah sudah paham dan tahu itu. Semua juga tahu kinerja Pak Sudirman Said seperti apa, demikian juga Pak Ganjar,” ujarnya.

Bibit yang masih suka ceplas-ceplos dalam berbicara ini mengatakan, rakyat tinggal membandingkan konsep pemikiran calon pemimpin seperti yang sudah disampaikan. Ia berpesan agar rakyat memilih yang terbaik yang merupakan wujud dari repesentasi 35 daerah di Jawa Tengah.

Mantan Pangkostrad berusia 69 tahun ini berharap pemimpin Jawa Tengah kelak dapat menyesuaikan diri dengan rakyat. “Karena bangsa Indonesia sedang gundah. Hal itu terbukti dengan banyaknya berita hoax yang muncul di media sosial. Saya sendiri sudah tidak mampu memimpin. Karena suasana kebatinan sudah berubah, fisik juga sudah berkurang,” katanya. (MJ-24)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

35 − 27 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.