Biaya Kargo Udara Naik, JNE Sesuaikan Tarif Pengiriman

Penyesuaian tarif pengiriman JNE berlaku untuk service Regular, OKE dan YES dimulai tanggal 15 Januari 2019 pukul 00.01 WIB.

SEMARANG – Perusahaan jasa pengiriman logistik JNE menyesuaikan tarif pengiriman kepada konsumen. Upaya itu dilakukan sebagai dampak kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) atau biaya kargo udara.

JNE akan menyesuaikan tarif pengiriman dengan kenaikan biaya kargo udara. Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Kenaikan tarif biaya kargo udara yang diberlakukan oleh maskapai penerbangan sebesar kurang lebih 70%.

“Agar dapat terus melayani dan memenuhi kebutuhan pengiriman paket pelanggan, maka kami harus menaikkan biaya ongkos kirim. Hal ini kami lakukan agar dapat terus memberikan pelayanan prima sehingga paket yang diamanahkan seluruh pelanggan setia dapat dikirimkan ke semua destinasi,” ungkap Presiden Direktur JNE, M Feriadi, Kamis (17/1/2019).

Sebagai salah satu penyelenggara pos di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), bersama-sama dengan perusahaan sejenis lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif pengiriman di bulan Januari 2019. Langkah ini sesuai dengan arahan dari DPP Asperindo melalui surat No. 122/ DPP.ASPER/XI/2018.

“Adapun, penyesuaian tarif pengiriman JNE berlaku untuk service Regular, OKE dan YES dimulai tanggal 15 Januari 2019 pukul 00.01 WIB. Penyesuaian tarif tersebut berlaku untuk pengiriman paket dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) ke seluruh tujuan dalam negeri,” katanya.

Sementara, lanjut Feri, untuk pengiriman paket dalam kota atau antar kota dalam Jabodetabek tetap berlaku tarif normal. Besaran kenaikan tarif dari Jabodetabek, tergantung pada tujuan pengiriman paket dan jenis layanan yang digunakan dengan kenaikan rata-rata sebesar 20%.

Penyesuaian tarif pengiriman akan berdampak luas, sehingga kebijakan tersebut bagi JNE merupakan langkah terakhir yang semaksimal mungkin diupayakan untuk tidak terjadi. Lebih lanjut, dalam menghadapi kenaikan harga kargo udara atau tarif Surat Muatan Udara (SMU) ini, JNE bersama perusahaan anggota Asperindo lainnya, juga menjalankan beberapa langkah strategis selain melakukan penyesuaian tarif.

Langkah tersebut, antara lain, memilih moda transportasi alternatif untuk paket dengan tujuan yang memungkinkan dikirimkan menggunakan selain pesawat terbang, dan menyusun rencana untuk menyediakan angkutan “freighter” yang dapat digunakan secara bersama – sama oleh anggota Asperindo. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.