BI Optimis Pemulihan Ekonomi Jawa Tengah Lebih Baik

Optimis – Kepala  Perwakilan Bank Indonesia Provinsi  Jateng Soekowardojo saat memberikan penjelasan perekonomian di Jateng 2021 optimis akan lebih baik. (tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Pandemi COVID-19 merupakan krisis global “like no others” telah memberikan dampak disrupsi yang simultan pada penawaran dan permintaan dalam ekonomi dunia yang saling terhubung dan konsekuensi pada kesehatan masyarakat. Wabah tersebut menjadi tantangan yang besar bagi pembuat kebijakan/pemerintah untuk berupaya melindungi ekonomi dan masyarakat. 

Kebijakan pembatasan sosial yang ditempuh dan bahkan pembatasan secara total (lockdown) mempengaruhi jumlah orang bekerja dan produktivitasnya. Sementara di sisi lain banyak orang  kehilangan pekerjaan dan pendapatan akan mempengaruhi prospek ekonomi serta menurunkan konsumsi rumah tangga dan investasi korporasi.

Kepala  Perwakilan Bank Indonesia Provinsi  Jateng Soekowardojo  dalam konferensi pers Kamis (3/12) di hotel Tentrem mengatakan tahun 2021, Bank Indonesia optimis perekonomian Jawa Tengah dapat berkembang lebih baik. Sikap optimistis dan kemampuan beradaptasi dengan keadaan menjadi modal dasar untuk bertahan dan bangkit kembali. Karena itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat, akan menjadi kebiasaan sampai batas waktu yang belum dapat diperkirakan. Inovasi juga perlu terus dikembangkan menyesuaikan dengan kenormalan baru masyarakat. 

Dijelaskan pada triwulan IV kondisi ekonomi , masih berat. Paling tidak  perkiraan kontraksi yang terjadi pada Triwulan IV 2020, bisa mencapai minus satu persen hingga nol persen. 

Dimasa pandemi ini pertumbuhan ekonomi yang positif terjadi hanya di Triwulan I tahun 2020 , yakni 2,61 persen. Hal ini karena pandemi belum berdampak. Namun di Triwulan II, ekonomi di Jateng mulai terjadi kontraksi -5,4 persen, dan di Triwulan III, menjadi -3,9 persen.

“Pada Triwulan IV, kondisi masih berat , dan kontraksi masih terjadi pada angka -1 persen  hingga nol persen. Namun di Triwulan I 2021, kami optimis sudah positif,” ujar Soekowardojo

Sementara itu pemulihan perekonomian Jawa Tengah sudah mulai berlangsung sejak triwulan III 2020. Seluruh komponen perekonomian, mulai dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, hingga aktivitas ekspor impor, tercatat membaik. Pelonggaran pembatasan sosial dengan protokol kesehatan yang ketat disertai dengan stimulus fiskal kepada masyarakat dan pelaku usaha, menjadi faktor yang mendorong kinerja perekonomian yang lebih baik. 

Jawa Tengah memiliki keunggulan basis produksi perekonomian yang memenuhi kebutuhan dasar manusia. Dari sektor pertanian, Jawa Tengah termasuk salah satu lumbung padi nasional dan berbagai komoditas hortikultura. Komoditas industri pengolahan yaitu makanan & minuman, tekstil & produk tekstil, dan furnitur, menjadi andalan produksi nasional dan ekspor. Berbagai sektor unggulan tersebut selalu meningkat permintaannya dari waktu ke waktu. Belum lagi sektor farmasi berbasis obat tradisional yang masih dapat terus dikembangkan mengingat faktor kesehatan menjadi perhatian khusus sejak COVID-19.

Dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat, selain dapat diraih dengan pembukaan sektor-sektor ekonomi prioritas dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, didukung pula oleh beberapa strategi dapat diterapkan, antara lain meningkatkan kapabilitas UMKM melalui edukasi dan pendampingan untuk korporatisasi, pembiayaan, dan kapasitas maupun digitalisasi, menciptakan kemudahan dan rasa aman bagi para investor.

Selain itu juga mempercepat realisasi program pemerintah daerah secara efektif dan efisien dan meningkatkan penyaluran pembiayaan oleh perbankan pada sektor produktif melalui asesmen yang cermat terhadap individual debitur. Menjaga dan meningkatkan sinergitas antar pemangku kepentingan. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.