BI Dorong Pemda Terapkan Pembayaran Nontunai

Saat ini kabupaten/kota di Jawa Tengah sudah menerapkan pembayaran nontunai.

SEMARANG- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Tengah terus mendorong penerapan gerakan nasional nontunai (GNNT) di kabupaten/kota.


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Hamid Ponco Wibowo didampingi jajaran pimpinan lainnya menyampaikan perkembangan gerakan nasional nontunai (GNNT) di sela acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Rabu (5/12/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, tingkat inklusi keuangan masyarakat saat ini cukup tinggi. Data OJK menyebut, 67,8 persen orang dewasa di Indonesia telah memiliki akses ke lembaga keuangan baik bank maupun nonbank.

“Tingginya inklusi keuangan ini memberikan kemudahan baik bagi pemerintah maupun otoritas terkait untuk mendorong masyarakat melakukan shifting perilaku bertransaksi dari tunai menjadi nontunai,” katanya di sela acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Rabu (5/12/2018).

Pada kegiatan tersebut BI mengundang bupati dan wali kota untuk menerapkan pembayaran nontunai baik untuk anggaran belanja, retribusi dan pajak.

“Dengan komitmen ini jadi lebih mudah untuk berkoordinasi ataupun menyamakan manfaat agar kinerja pemerintahan dalam hal pembayaran bisa lebih efisien dan transparan. Selain itu, juga dapat mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan apabila pembayaran masih dilakukan secara tunai,” ujarnya.

Saat ini kabupaten/kota di Jawa Tengah sudah menerapkan GNNT seperti Solo, Pati dan Salatiga menggunakan sistem nontunai untuk retribusi pasar. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.